top ear
Tanaman janggelan di lahan pengepul janggelan, Sarmin, di Dusun Joso, Desa Temboro, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri. (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Tanaman janggelan di lahan pengepul janggelan, Sarmin, di Dusun Joso, Desa Temboro, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri. (Istimewa)

Cuma Ada di Wonogiri, Ini Fakta Janggelan Bahan Baku Cincau Hitam

Nilai ekspor janggelan asal Wonogiri mencapai Rp61,275 miliar pada 2014.
Diterbitkan Minggu, 1/03/2020 - 17:38 WIB
oleh Solopos.com/Cahyadi Kurniawan
2 menit baca

Solopos.com, WONOGIRI – Janggelan asal Wonogiri disebut-sebut sebagai yang terenak di seluruh dunia. Dari janggelan, kita bisa menikmati makanan mudah ditemui di pasar, cincau hitam.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, janggelan di Wonogiri kali pertama ditanam pada 1991. Di Jawa Tengah, janggelan ini hanya bisa ditemui di Wonogiri. Di Kabupaten Sukses, janggelan ditanam di lahan seluas 1.348 hektare melibatkan 850 lebih petani.

Sejarah Operasi Zebra: Hari Pertama Lengang, Hari Berikutnya Mencengangkan!

Janggelan bisa ditemui di Kecamatan Batuwarno, Tirtomoyo, Bulukerto, dan yang paling besar ada d Karangtengah yakni 573 hektare pada 2012.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri menunjukkan produksi janggelan kering di Wonogiri pada 2018 mencapai 2.855 ton. Jumlah hampir separuh dari produksi janggelan hampir satu dekade sebelumnya 5.399 ton pada 2009.

Isu Korupsi Di Balik Politik Dinasti

Produksi janggelan relatif stabil di kisaran 5.000 ton setiap tahunnya. Namun jumlah itu merosot pada 2015 sebanyak 1.288 ton. Lalu naik lagi menjadi 5.323 ton pada 2016 (lihat grafis).

Seminar Tuyul: Kisah Tuyul Dari Omongan Masyarakat Hingga Bisa Disuap

Kini, janggelan asal Wonogiri itu berhasil menembus pasar ekspor ke Taiwan, Tiongkok, dan Thailand. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri, menunjukkan janggelan diekspor ke Taiwan, Tiongkok, dan Thailand sebanyak 3.680 ton dengan nilai Rp61,275 miliar pada 2014.

Kota Solo Supermacet, Inilah Beberapa Strategi Mengurai Macet Di Sejumlah Negara

Jumlah itu lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya 1.770 ton senilai Rp53,607 miliar. Lalu, pada 2013, janggelan Wonogiri dikirim ke Taiwan dan Korea sebanyak 1.090 ton dengan nilai 14,16 miliar.


Editor : Profile Cahyadi Kurniawan
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini