top ear
Sejumlah tikus mati setelah ditembaki di Barepan, Cawas, Klaten, Kamis (26/11/2020) malam. (Istimewa/Dokumentasi Warga Barepan)
  • SOLOPOS.COM
    Sejumlah tikus mati setelah ditembaki di Barepan, Cawas, Klaten, Kamis (26/11/2020) malam. (Istimewa/Dokumentasi Warga Barepan)

Cuma 2 Jam, 1.500 Tikus Sawah di Cawas Klaten Mati Ditembaki

Sekitar 1.500 ekor tikus sawah di persawagan Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, mati ditembaki menggunakan senapan angin.
Diterbitkan Jumat, 27/11/2020 - 16:01 WIB
oleh Solopos.com/Ponco Suseno
2 menit baca

Solopos.com, KLATEN — Sekitar 1.500 ekor tikus sawah mati ditembak sukarelawan di areal pertanian di Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (26/11/2020) malam. Aksi gopyokan tikus dengan mengoptimalkan senapan angin itu hanya dilakukan dalam waktu dua jam.

Kepala Desa (Kades) Barepan, Kecamatan Cawas, Irmawan Andriyanto, mengatakan serangan hama tikus mulai mengganas dalam satu bulan terakhir.

Luas lahan pertanian di Desa Barepan kurang lebih 200 hektare. Hama tikus saat ini menyerang hingga benih tanaman padi yang siap ditanam.

"Semalam [Kamis (26/11/2020) malam], Pemdes Barepan dan para petani di desa menjalin kerja sama dengan sukarelawan dari kelompok pembedil di Jateng. Para pembedil itu berasal dari Soloraya, Salatiga, dan daerah lainnya. Gopyokan tikus dengan cara membedili tikus itu dilakukan mulai pukul 21.00 WIB-23.00 WIB. Hasilnya, kami bisa memperoleh 1.500-an tikus," kata Irmawan Andriyanto, kepada Solopos.com, Jumat (27/11/2020).

Siang Bolong, Pria 31 Tahun Ini Coba Perkosa Gadis Remaja di Rumah Sakit

Irmawan Andriyanto mengatakan gopyokan hama tikus sawah menggunakan senapan angin telah dilakukan tiga kali di Barepan, Cawas, Klaten. Diharapkan dengan cara gopyokan seperti itu dapat mengurangi serangan hama tikus.

"Sudah tiga kali ini gopyokan dengan cara serupa [membedili tikus]. Gopyokan tikus yang kali ketiga ini, hasilnya paling banyak. Soalnya melibatkan 150 pembedil. Kalau gopyokan sebelumnya, hanya memperoleh kurang lebih 1.000 ekor tikus," katanya.

Irmawan Andriyanto mengatakan gopyokan tikus dengan mengoptimalkan senapan angin sengaja dilakukan saat malam hari. Tujuannya agar gopyokan tikus berjalan efektif.

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Kartasura, 1 Motor Ikut Gosong

"Saat siang hari, biasanya tikus itu sembunyi. Tapi saat malam hari, tikus-tikua itu keluar dari tempatnya bersembunyi untuk mencari makanan," katanya.

Hal senada dijelaskan perwakilan kelompok tani di Barepan, Sriyanto. Upaya gopyokan hama tikus sawah juga akan dilakukan daerah lain di Kecamatan Cawas, Klaten.

"Hama tikusnya memang banyak. Informasinya, cara serupa akan dilakukan di Desa Cawas [Kecamatan Cawas] juga," katanya.


Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini