SOLOPOS.COM - Pohon beringin di kompleks Kepatihan Jogja ambruk, Selasa (28/11/2017). (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)

Sebuah Pohon Beringin berusia lebih dari 100 tahun tumbang dan menimpa bangunan cagar budaya.

Harianjogja.com, JOGJA--Hujan deras disertai angin kencang yang terus mendera DIY beberapa waktu terakhir telah mengakibatkan berbagai bencana alam seperti longsor dan banjir.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Kompleks Kepatihan, yang merupakan tempat berkantor Gubernur DIY Sri Sultan HB X, juga tak luput jadi ‘korban’. Sebuah Pohon Beringin berusia lebih dari 100 tahun tumbang dan menimpa bangunan cagar budaya.

Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Danang Samsurizal mengatakan Pohon Beringin tumbang sekitar pukul 10.00 WIB dan menimpa atap bagian timur Balai Tanjung.

Bangunan cagar budaya itu biasanya dimanfaatkan untuk kegiatan Dharma Wanita Persatuan DIY. Lokasinya tepat berada di depan kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY.

Ambruknya pohon itu, sebenarnya, kata Danang sudah diprediksi. BPBD DIY telah melakukan pemantauan sejak dua pekan lalu. Bahkan, saat kejadian terjadi, rapat koordinasi untuk antisipasi sedang berlangsung.

“Tadi rapat dengan biro hukum, BLH DIY dan DLH Kota Jogja untuk merapikan dan pengurangan resiko pada pohon. Rencananya besok akan ditangani. Tapi ternyata keduluan [tumbang],” ucapnya kepada wartawan, Selasa (28/11/2017).

Ia menduga penyebab kejadian tersebut adalah karena ranting dan daun yang terlalu lebat, sementara beberapa hari terakhir, angin kencang kerap mendera. Karena terus menerus diterpa angin, akhirnya pohon itu pun tumbang juga.

Hari itu angin yang berhembus sebenarnya tidaklah terlalu kencang. Oleh sebab itulah Danang menyimpulkan peristiwa itu terjadi akibat akumulasi terpaan angin selama beberapa waktu terakhir.

Tak ada korban jiwa dan luka-luka dalam kejadian itu. Hanya saja Balai Tanjung sisi barat mengalami kerusakan cukup parah. Danang mengungkapkan, kerugian akibat pohon tumbang itu belum bisa disampaikan karena yang tertimpa adalah bangunan cagar budaya. Untuk meghitungnya perlu ditangani oleh instansi yang khusus bergerak pada bidang tersebut.

Beberapa menit setelah tumbangnya pohon, relawan dan petugas BPBD DIY langsung datang ke lokasi melakukan langkah penanganan dan isolasi. Tim tersebut, ungkapnya, juga akan langsung diarahkan untuk menangani pohon-pohon yang dianggap berpotensi rubuh.

“Yang seharusnya kerja besok akan diarahkan kerja saat ini. Yang berpotensi rubuh juga akan kami off-kan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya