Covid-19 Klaster Kudus di Wonogiri Meluas, Tersebar di Baturetno & Paranggupito
Solopos.com|soloraya

Covid-19 Klaster Kudus di Wonogiri Meluas, Tersebar di Baturetno & Paranggupito

Kasus penularan Covid-19 dari klaster perjalanan Kudus di Wonogiri yang tersebar di Kecamatan Baturetno dan Paranggupito meluas.

Solopos.com,WONOGIRI — Kasus penularan Covid-19 dari klaster perjalanan Kudus di Wonogiri yang tersebar di Kecamatan Baturetno dan Kecamatan Paranggupito meluas. Jumlah warga yang terpapar Covid-19 dari klaster tersebut dilaporkan bertambah hingga belasan orang.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, setelah memimpin rapat koordinasi (Rakor) dengan seluruh Camat di Wonogiri terkait panaganan Covid-19 di Ruang Giri Manik, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Adu Banteng Motor VS Grandmax, Pelajar Polokarto Sukoharjo Meninggal

Paranggupito

Ia mengatakan, jumlah pasien positif Covid-19 dari Klaster Kudus di Paranggupito, Wonogiri, bertambah delapan orang. Semula warga yang terpapar Covid-19 ada sembilan orang, delapan orang di Desa Ketos dan satu orang di Desa Songbledeg. Saat ini total warga Paranggupito yang terpapar Covid-19 dari klaster Kudus menjadi 17 orang.

Baturetno

Sementara di Baturetnoada penambahan sembilan kasus warga terpapar Covid-19. Jika semula ditemukan 18 kasus, kini menjadi 27 kasus. Sehingga total warga yang terpapar Covid-19 dari Klaster Kudus di Wonogiri mencapai 44 orang.

"Di Baturetno, dari 68 orang yang dites Covid-19 ada 27 orang yang dinyatakan positif. Cukup tinggi, maka dilakukan isolaso lokal satu dusun. Langkah antusipasi sudah dilakukan oleh jajaran. Saat ini proses monitoring dan pengawasan," kata dia.

Baca juga: Paranggupito, Pesisir Selatan Wonogiri yang Berhadapan dengan Samudra Hindia

Isolasi Terpadu

Sedangkan di Paranggupito, menurut dia, sangat mungkin diberlakukan isolasi lokal seperti di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Baturetno. Namun pemberlakuan itu harus melihat perkembangan kasusnya seperti apa. Jika kasus bertambah banyak isolasi lokal bisa diterapkan.

Pria yang akrab disapa Jekek itu mengatakan, jika ada kenaikan kasus yang signifikan harus ada isolasi terpadu di tingkat desa. Isolasi yang dimaksudkan yakni isolasi lokal yang seperti diterapkan di Dusun Gedawung, Saradan, Baturetno. Isolasi lokal yang di terapkan di desa cukup relevan.

Berdasarkan Rakor yang di gelar, para amat menyampaiakan bahwa isolasi terpadu tidak bisa diterapkan di tingkat kecamatan karena kesulitan dalam pengawasan.

"Menerapkan isolasi terpadu harus ada spesifikasi kasus. Kalau yang terpapar dalam satu dusun seperti di Gedawung itu bisa diterapkan isolasi lokal. Anggaran PPKM mikro mengarahkan ke situ. Tapi kalau hanya satu atau dua orang tidak mungkin. Bisa isolasi di rumah jika memenuhi kualifikasi," kata Jekek.

Baca juga: Sragen & Wonogiri Zona Merah Covid-19, Akibat Klaster Kudus?

Kasus Covid-19 Wonogiri

Berdasarkan data yang ditampilkan di situs web resmi Pemkab Wonogiri, pada Senin (14/6/2021), terdapat penambahan kasus Covid-19 di Wonogiri sebanyak 36 orang. Sehingga secara kumulatif ada 5.080 kasus Covid-19 di Wonogiri, dengan kasus aktif sebanyak 394 orang.

Perinciannya, 150 orang dirawat di rumah sakit dan 244 orang menjalani isolasi mandiri. Sedangkan pasien yang telah sembuh sebanyak 4.393 orang. Sementara itu, pasien yang yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 293 orang.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago