top ear
Pesawat F16 C milik skadron udara 16 wing udara 7 Lanud Roesmin Nurjadin - Pekanbaru, mendarat di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (7/1/2020). (Antara-M Risyal Hidayat)
  • SOLOPOS.COM
    Pesawat F16 C milik skadron udara 16 wing udara 7 Lanud Roesmin Nurjadin - Pekanbaru, mendarat di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (7/1/2020). (Antara-M Risyal Hidayat)

China Provokasi, TNI Kerahkan 4 Pesawat F-16 ke Natuna

"Karena gini, satu daerah kosong, kalau dibiarin didudukin orang lama-lama ada klaim de facto."
Diterbitkan Rabu, 8/01/2020 - 16:38 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebutkan pengerahan empat unit pesawat tempur F-16 Fighting Falcon (elang tempur) ke perairan Natuna, Kepulauan Riau, sebagai bentuk perkuatan.

"Ya, bagian perkuatan, bagian dari menunjukkan bahwa kita ada di sana. Kita tidak lalai," katanya, di Jakarta, Rabu (8/1/2019).

Hal itu disampaikannya seusai bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di sebuah restoran di kawasan Cikini, Jakarta.

Mahfud menjelaskan kehadiran pesawat tempur itu menunjukkan secara de facto bahwa Indonesia berada di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang diklaim sepihak oleh China tersebut.

"Karena gini, satu daerah kosong, kalau dibiarin didudukin orang lama-lama ada klaim de facto. De facto-nya kami di sini. Nah, sekarang kita yang de facto gitu," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Sebelumnya, sebanyak empat unit F-16 Fighting Facon (elang tempur) bersama satu pesawat Boeing dikerahkan oleh Pangkogabwilhan I untuk berjaga di sekitar Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (7/1/2020).

"Satu pesawat CN 235 milik TNI AL juga rencananya akan melaksanakan patroli udara maritim," kata Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono, seusai meninjau kesiapan KRI yang akan beroperasi besok di Faslabuh Lanal Ranai, Selat Lampa, Natuna, Selasa (7/1/2020).

Selain pesawat, saat ini juga terdapat tujuh KRI yang berjaga di Perairan Natuna. "Besok mungkin ada 2 kapal Bakamla yang akan hadir di sini. Kita bisa bersama-sama melaksanakan operasi laut," kata dia di atas KRI Karel Satsuit Tubun-356.

Ia mengatakan, dari hasil operasi udara yang dilaksanakan, diketahui kondisi di laut masih sama seperti kemarin. Terdapat kapal-kapal ikan yang diamankan oleh kapal-kapal coast guard dan kapal pengawas perikanan China.

"Sehingga kita tetap akan hadir untuk memberikan pengakuan bahwasanya wilayah itu ZEE Indonesia," kata dia.

Editor : Profile Adib M Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini