top ear
CFD Solo Semrawut, Pemkot Siapkan Jalur Khusus Kendaraan Tak Bermotor
  • SOLOPOS.COM
    Suasana bundaran Gladak Solo saat CFD. (Solopos-Dok)

CFD Solo Semrawut, Pemkot Siapkan Jalur Khusus Kendaraan Tak Bermotor

Penataan ulang kawasan Hari Bebas Asap Kendaraan atau Car Free Day (CFD) Jl. Slamet Riyadi Solo segera dikerjakan. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan jalur khusus bagi kendaraan tak bermotor di area CFD.
Diterbitkan Senin, 17/12/2018 - 19:05 WIB
oleh Solopos.com/
2 mnt baca -

Solopos.com, SOLO — Penataan ulang kawasan Hari Bebas Asap Kendaraan atau Car Free Day (CFD) Jl. Slamet Riyadi Solo segera dikerjakan. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan jalur khusus bagi kendaraan tak bermotor di area CFD.

Selain mengatasi kesemrawutan, hal itu sekaligus sebagai upaya Pemkot mengoptimalkan area olahraga dan berinteraksi masyarakat di Minggu pagi. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Hari Prihatno, mengatakan area CFD Jl. Slamet Riyadi berkembang cukup pesat sejak dioperasionalkan kali pertama pada Mei 2000 silam.

“Jumlah warga yang beraktivitas di CFD terus bertambah dari tahun ke tahun. PKL (pedagang kaki lima) juga sama,” kata Hari Prihatno saat dijumpai di kawasan CFD Solo, Minggu (16/12/2018).

Kondisi itu menyebabkan kawasan CFD semakin semrawrut sehingga dibutuhkan penataan ulang. Tidak hanya sekedar warga pejalan kaki yang beraktivitas di area CFD, namun kendaraan tidak bermotor seperti sepeda, andong, kereta genjot dan lainnya juga membanjiri CFD.

Hari Prihatno mengaku kerap menerima keluhan warga yang kini merasa tidak nyaman beraktivitas di CFD. “Semua di CFD tumplek blek. Sekarang jumlah andong dan yang bersepeda juga semakin banyak. Mungkin kita rencanakan buat jalur khusus untuk itu,” katanya.

Dishub ancang-ancang menerapkan sistem zonasi di area CFD. Dengan demikian, keberadaan pejalan kaki dengan aktivitas pesepeda, andong, kereta genjot, dan kendaraan tak bermotor lainnya bisa dipisahkan.

Namun hal ini dibutuhkan kajian yang matang dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Dishub memandang perlu dilakukan penataan di CFD Jl. Slamet Riyadi Solo agar fungsi ruang publik kembali optimal, seperti tempat olahraga, ruang seni serta perekonomian.

“Ini yang perlu kita tata kedepannya. Karena CFD sekarang banyak lalu lalang andong, bendi yang perlu kita atur," katanya.

Hari menjelaskan CFD Solo merupakan hari bebas kendaraan yang diatur mulai pukul 05.00 sampai 09.00 WIB. Pihaknya berharap peran serta masyarakat untuk mewujudkan CFD yang bebas dari asap kendaraan, salah satunya tidak nekat melintas dengan berkendara motor.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menilai perlu pengaturan bagi keberadaan tak bermotor di kawasan CFD Jl. Slamet Riyadi. Berbagai upaya terus dilakukan Pemkot untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung CFD. Seperti penyediaan sarana dan prasarana toilet umum atau paturasan di beberapa lokasi di sepanjang CFD Jalan Slamet Riyadi.

“Jadi mungkin kita perlu mengatur lagi keberadaan kendaraan tak bermotor di CFD, agar masyarakat nyaman dan yang berolahraga pun tidak terganggu,” katanya. 


Editor : Rohmah Ermawati ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini