top ear
Sri Mulyani dalam sebuah berbincangan di chanel Youtube SoloposTV.
  • SOLOPOS.COM
    Sri Mulyani dalam sebuah berbincangan di chanel Youtube SoloposTV.

Cerita Sri Mulyani Tentang Strategi Atasi Kemiskinan dan Pengangguran

Sri Mulyani saat ini kembali mencalonkan diri maju dalam konstestasi Pilkada Klaten 2020 dengan menggandeng Yoga Hardaya.
Diterbitkan Jumat, 16/10/2020 - 16:23 WIB
oleh Solopos.com/BC
3 menit baca

Solopos.com, SOLO--Sri Mulyani saat ini kembali mencalonkan diri maju dalam konstestasi Pilkada Klaten 2020 dengan menggandeng Yoga Hardaya. Pasangan yang mendapatkan nomor urut 1 pada Pilkada tersebut mengusung nama singkatan Mulyo.

Seperti diketahui, sebelumnya Sri Mulyani telah menjabat Bupati Klaten. Sebagai calon petahana Sri Mulyani punya cerita tersendiri tentang prioritas
pembangunan Klaten pada masa jabatannya. Sri Mulyani yang saat itu masih menjabat Bupati menceritakan program prioritasnya.

"Di pengujung jabatan pertama yang menjadi prioritas yang harus saya selesaikan adalah soal kemiskinan dan pengangguran," ujar Sri Mulyani dalam perbincangan dengan Redaktur Solopos Digital, Danang Nur Ihsan, yang ditayangkan di chanel Youtube SoloposTV beberapa waktu lalu.

Sri Mulyani menjelaskan, jumlah penduduk Klaten saat ini mencapai 1,4 juta jiwa membutuhkan dana yang besar untuk pembangunan. Sementara APBD Klaten
mencapai Rp2,8 triliun dan PAD mencapai Rp400 miliar.

"Apalagi di masa pandemi Corona ini banyak sekali karyawan atau karyawati yang dirumahkan. Sehingga menjadi pemikiran tahun 2021 bisa kembali berkarya
agar masalah pengangguran bisa diselesaikan," ujarnya waktu itu.

Jumlah Pemilih Terbanyak Pilkada Klaten Ada di Trucuk, Kebonarum Paling Sedikit

Zona Industri

Dijelaskan Sri Mulyani, pemerintah Kabupaten Klaten juga sudah menyusun revisi RTRW [Rencana Tata Ruang Wilayah] untuk menyiapkan zona industri di
Klaten. Dengan zona industri ini diharapkan investor akan masuk ke Klaten. Dengan adanya investor ini akan membuka lapangan pekerjaan.

Di sisi lain, Kabupaten Klaten sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah. Sehingga pemerintah Kabupaten Klaten juga harus lebih hati-hati dalam
mengembangkan zona industri.

"Dua sisi memang tidak mudah. Satu sisi harus mempertahankan sawah lestari sebagai lumbung pangan Jawa Tengah dan nasional tapi di sisi lain masalah pengangguran harus diselesaikan," ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah Kabupaten Klaten sudah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan survei. Dari survei itu terungkap anak-anak Klaten lebih suka bekerja di luar daerah.

Menjawab masalah ini, pemerintah Kabupaten Klaten bekerja sama dengan para pengusaha dan industri untuk lebih memperhatikan dan memberikan peluang yang menarik agar anak-anak Klaten tak perlu keluar daerah demi mendapatkan pekerjaan.

Tak hanya itu, Sri Mulyani menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klaten juga sudah menyiapkan strategi khusus dalam mengatasi kemiskinan dalam bentuk jaring pengaman sosial dan pengaman ekonomi.

Merasa Diusir PT KAI, Puluhan Penyewa Kios Deretan Stasiun Klaten Wadul Ke DPRD

Prestasi

Di sisi lain, pembangunan di Klaten juga telah mendapat apreasi dan penghargaan dari pemerintah pusat. Salah satunya, selama dua tahun berturut-turut Klaten mendapatkan WTP (wajar tanpa pengecualian) dari BPK.

"Intinya semua prestasi yang diraih Kabupaten Klaten adalah hasil kerja keras dan kekompakan dari semua ASN. Saya sangat salut dan bangga," ujarnya.

Saat ditanya apakah pernah marah kepada ASN atau bawahannya, Sri Mulyani berterus terang jika dia akan marah jika target program yang telah ditetapkan tidak tercapai. Untuk mencapai target dia pun telah merencanakan semua program sebelumnya.

"Saya orang yang sangat terbuka dengan jajaran saya. Mereka akan saya undang untuk menyiapkan segala sesuatunya, baik perencanaan hingga anggaran semua harus matang di awal," ujarnya.


Editor : Profile Anik Sulistyawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini