Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Cerita Sopir Truk Empat Kali Daftar MyPertamina Tak Kunjung Dapat Verifikasi

Sejumlah warga masih menjumpai kendala saat mendaftar program subsiditepat MyPertamina. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Manunggal Sopir Solo (PMSS), Totok Darmawan.
SHARE
Cerita Sopir Truk Empat Kali Daftar MyPertamina Tak Kunjung Dapat Verifikasi
SOLOPOS.COM - Antrean di salah satu SPBU di Solo, saat adanya pembatasan solar subsidi beberapa waktu lalu. (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)

Solopos.com, SOLO – Sejumlah warga masih menjumpai kendala saat mendaftar program subsiditepat MyPertamina. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Manunggal Sopir Solo (PMSS), Totok Darmawan.

Bahkan Totok bercerita ia baru saja menjumpai salah seorang sopir mobil yang kesulitan saat mendaftar MyPertamina.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Yang mengeluh banyak itu dari mobil kecil juga ada di lokasi pom itu,” kata Totok saat berbincang dengan Solopos.com melalui saluran telepon, Jumat (23/9/2022).

Ia sendiri sudah empat kalinya mendaftar program subsiditepat MyPertamina. Sehari lalu, Kamis (22/9/2022) menjadi kali keempat Totok mendaftarkan kendaraannya. Namun selama ini, ia tak kunjung mendapat pemberitahuan verifikasi pendaftaran MyPertamina.

“Saya sendiri belum bisa empat kali ini. Ini masih verifikasi lagi ini. Tadi dibenahi sama pengawas langsung juga ini masih nunggu [verifikasi],” kata dia.

Baca Juga: Biaya Isi Bensin Full Tank Motor Vario 125 dengan Harga Pertalite Rp10.000

Memang menurut Totok ada beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang masih membolehkan pembelian BBM tanpa menggunakan aplikasi atau QR Code MyPertamina. Totok biasanya memberikan penjelasan bila dia belum berhasil mendaftarkan kendaraannya. Namun biasanya kuota pembelian BBM dibatasi.

“Ya saya memberikan penjelasan kepada petugas semaksimal mungkin. Saya sudah daftar tapi belum keluar barcode-nya. Terkadang pom memaklumi,” katanya.

Totok menambahkan kendala yang ditemui sopir beragam. Ia sendiri tak kunjung mendapat verifikasi. Kedua, tak semua sopir truk mempunyai dan mampu mengoperasikan gawai. Sopir-sopir yang sudah tua menurutnya banyak yang tak punya gawai. Ketiga, kendala terkait pendaftaran seperti foto armada dan surat-surat kendaraan yang tak jelas.

“Iya seperti itu kendalanya daftar gagal, yang tua juga tidak punya android [smartphone] itu juga ada. Kendala HP lemot, terkadang foto armada itu kurang tampak apa gimana, STNK, banyak lah,”ujarnya.

Baca Juga: BPH Migas Minta Pertamina Antisipasi Penyelewengan Pertalite dan Solar

Pada dasarnya, imbuh Totok, ia tak masalah bila pembelian BBM nantinya diatur dengan menggunakan aplikasi. Namun yang terpenting, perubahan-perubahan yang ditetapkan bisa mempermudah para sopir. Khususnya sopir angkutan barang dan penumpang.

Bahwasannya sopir itu di bawah rata-rata kemampuannya [tak semua paham teknologi]. Enggak apa-apa silakan diprogram apa yang penting mempermudah,” pungkasnya.

Senada dengan Totok, Pengawas PMSS, Erwanto mengatakan ia juga tak merasa keberatan seandainya pembelian BBM bagi roda empat atau lebih harus menggunakan QR Code atau aplikasi. Namun yang terpenting, stok BBM selalu ada serta proses pendaftaran dimudahkan.

“Mau harga naik tidak apa-apa. Yang penting kalau beli itu dipermudah,” kata Erwan, Rabu (7/9/2022) saat kunjungan di Kantor Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Solo

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode