Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Cerita Sandiaga Batal Beli Tas Gucci untuk Istri di Metaverse, Kenapa?

Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan ceritanya batal membelikan tas Gucci untuk sang istri Nur Asia Uno di Metaverse.
SHARE
Cerita Sandiaga Batal Beli Tas Gucci untuk Istri di Metaverse, Kenapa?
SOLOPOS.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. (Dok. Solopos/Antara - Kemmenparekraf)

Solopos.com, SINGAPURA — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan ceritanya batal membelikan tas Gucci untuk sang istri Nur Asia Uno di Metaverse.

Sandiaga Uno saat hadir sebagai pembicara dalam ATx Summit 2022 bertema Unpacking The Metaverse, Selasa (31/5/2022), mengaku punya pengalaman secara pribadi dengan Metaverse.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Ia batal membelikan sang istri tas dari brand Gucci di Metaverse karena istrinya lebih memilih untuk dibelikan tas yang riil atau bukan tas digital.

“Artinya bahwa kita masih perlu waktu untuk bisa menerima ini, meskipun pada akhirnya memang saya membelikan tas untuk istri tapi dari produk lokal berbahan kain tenun untuk mendukung Program Bangga Buatan Indonesia,” kata Sandiaga seperti dilansir Antara.

Terkait dengan perkembangan Metaverse, Menparekraf menyatakan dirinya bukan tidak yakin namun ia mengingatkan semua agar lebih berhati-hati karena ada aspek euforia seperti halnya saat fenomena kripto.

Baca Juga: Anak Ridwan Kamil Hilang di Swiss, Sandiaga Uno Nonaktifkan Medsos

Menurut Menparekraf, ke depan harus benar-benar dilihat potensi Metaverse dalam upaya penyejahteraan rakyat dan membuka peluang kerja masyarakat.

“Kalau kita semuanya euforia seperti kripto kemarin ini yang sempat terjadi PHK, maka bisa terjadi juga di Metaverse, kita harus saling mengingatkan, berhati-hati tapi tetap optimistis itu yang harus menjadi poin yang kita garis bawahi,” katanya.

Ia sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dengan semua euforia termasuk dalam investasi kripto dan sejenisnya.

“Saya tidak memiliki kripto dalam portofolio saya, tapi saya dianggap ‘oldschool’, jadul, dan ternyata dengan keadaan kripto seperti ini banyak yang mengapresiasi nasihat saya bahwa kita harus berhati-hati kalau mau berinvestasi di kripto, ya jangan terlalu besar mungkin di atas 1-2 persen dari seluruh total portofolio yang dimiliki,” kata Sandiaga.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode