Cerita Presiden Prancis, Dua Kali Dilempar Telur dan Ditampar

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, awal pekan ini mengalami insiden kurang menyenangkan. Dia dilempar telur oleh seorang penyerang.
Cerita Presiden Prancis, Dua Kali Dilempar Telur dan Ditampar
SOLOPOS.COM - Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Reuters)

Solopos.com, PARIS — Presiden Prancis, Emmanuel Macron, awal pekan ini mengalami insiden kurang menyenangkan. Dia dilempar telur oleh seorang penyerang.

Insiden penyerangan di depan umum yang dialami ini rupanya bukan kali pertama terjadi. Pada Juni lalu, Macron ditampar seorang pria saat menyapa warga dalam kunjungan ke desa Tain l’Hermitage, Prancis bagian tenggara.

Seperti dilansir detikcom, laporan kantor berita AFP pada 9 Juni lalu menyebut bahwa video yang beredar luas di media sosial menunjukkan momen saat Macron mendekati kerumunan warga yang dipisahkan pagar pembatas untuk menjabat tangan mereka.

Namun saat dia menyapa seorang pria berkaus hijau, tiba-tiba pria itu menampar wajahnya dengan keras. Pengawal kepresidenan yang berada di samping dan belakang Macron dengan cepat mengamankan pria itu dan menarik badan Macron menjauhi pria itu.

Baca Juga: Bom Waktu China Itu Bernama Evergrande

Saat penamparan terjadi, para pengawal kepresidenan berada di dekat Marcon. Salah satu pengawal yang berdiri di belakang Macron sempat mengangkat tangan untuk melindunginya, namun dia terlambat sepersekian detik untuk menghentikan tamparan itu. Pengawal itu lantas memeluk Macron untuk melindunginya.

Macron tampak memalingkan wajahnya saat tangan kanan pria itu mengenai wajahnya, sehingga lebih terlihat dia menerima pukulan daripada tamparan langsung.

Pelaku penyerangan yang kemudian diidentifikasi bernama Damien Tarel, 28, langsung ditangkap dan didakwa atas penyerangan tokoh publik.

Tarel yang berambut gondrong dan menggemari sejarah abad pertengahan ini menuturkan kepada penyidik bahwa dirinya ‘bertindak secara naluriah dan tanpa berpikir’ setelah menunggu Macron di luar sebuah sekolah yang dikunjunginya di kota kecil Tain-l’Hermitage.

Baca Juga: Malaysia akan Batasi Pekerja Asing, Ini Alasannya

Persidangan Kilat

Dia juga mengakui bahwa dirinya bersama dua temannya sempat mempertimbangkan untuk melemparkan telur atau pai krim ke arah Macron dalam kunjungannya.

Pada 10 Juni lalu, dalam persidangan yang digelar kilat, Tarel dijatuhi hukuman 18 tahun penjara oleh pengadilan, namun 14 bulan ditetapkan sebagai hukuman percobaan sehingga Tarel hanya akan mendekam di penjara selama empat bulan.

Jauh sebelum itu, tepatnya tahun 2017, Macron ternyata pernah dilempar telur saat masih menjadi kandidat capres Prancis. Insiden itu terjadi saat Macron mengunjungi pameran pertanian di Paris.

Pada saat itu, seperti dilansir AFP, sebuah telur mentah yang dilemparkan seseorang dari kerumunan terlihat mengenai dan pecah di atas kepala Macron, membuat wajahnya berlumuran telur. Tidak diketahui secara jelas apakah pelaku pelemparan telur itu ditindak secara hukum.

Baca Juga: Penemu Vaksin Sebut Virus Corona akan Berakhir Seperti Flu Biasa

Dalam insiden terbaru, pada Senin (27/9/2021) waktu setempat, Macron kembali dilempar telur saat menghadiri pameran perdagangan makanan di Lyon

Video insiden itu menunjukkan momen saat Macron berjalan melewati kerumunan orang ketika tiba-tiba sebutir telur dilemparkan ke arahnya. Telur itu mengenai bahu Macron, namun tidak pecah.

Terkait insiden itu, jaksa wilayah Lyon mengatakan bahwa pelaku pelempar telur ke Macron merupakan seorang mahasiswa berusia 19 tahun. Identitasnya tidak diungkap lebih lanjut ke publik. Jaksa Lyon hanya menegaskan bahwa mahasiswa itu langsung ditahan polisi.

Jaksa Lyon menyatakan penyelidikan tengah dilakukan terhadap insiden ini, dengan delik ‘penyerangan terhadap seseorang dalam posisi otoritas publik’

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago