top ear
Petugas medis RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten memotong gelang di tangan Paulus Hendriyanto, 36, pasien positif Covid-19 asal Jogonalan yang dinyatakan sembuh, Selasa (19/5/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
  • SOLOPOS.COM
    Petugas medis RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten memotong gelang di tangan Paulus Hendriyanto, 36, pasien positif Covid-19 asal Jogonalan yang dinyatakan sembuh, Selasa (19/5/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Cerita Pasien Positif Virus Corona di Klaten: Masih Bisa Jualan Ponsel Dari Ruang Isolasi

Pasien positif virus corona asal Jogonalan, Klaten, dinyatakan sembuh setelah 29 hari menjalani perawatan di ruang isolasi RSST Klaten.
Diterbitkan Sabtu, 23/05/2020 - 05:00 WIB
oleh Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso
3 menit baca

Solopos.com, KLATEN -- Paulus Hendriyanto, 36, menjadi salah satu pasien positif virus corona yang dinyatakan sembuh setelah 29 hari dirawat di ruang isolasi RSUP dr Soeradji Tirtonegoro atau RSST Klaten, Jumat (22/5/2020).

Kisah warga Perumahan Golden Field Kecamatan Jogonalan, Klaten, itu cukup unik. Paulus menjadi pasien positif corona setelah atas kesadaran sendiri mengikuti rapid test.

Hal itu bermula pada pertengahan Maret 2020 lalu. Sat itu Paulus mendapatkan kabar dari salah satu teman kerjanya yang dinyatakan positif Covid-19. Paulus bekerja di salah satu perusahaan distributor ponsel di Kota Solo.

Hasil Rapid Test di 3 Swalayan Sragen Sudah Keluar, Ada Yang Reaktif?

Sehari setelah mengetahui rekan kerjanya menjadi pasien positif virus corona, warga Klaten itu berinisiatif melakukan rapid test di RS Bethesda Yogyakarta. Hasil rapid test menunjukkan reaktif.

"Setelah rapid test, sesampainya di rumah saya lapor ke gugus tugas dan lingkungan kalau rapid test saya reaktif. Kemudian penanganan medis saya diambil alih Dinkes. Saya kemudian melakukan isolasi mandiri," kata Paulus saat ditemui di halaman RSST, Selasa (19/5/2020).

Paulus menjalani pemeriksaan swab beberapa hari setelah mengikuti rapid test. Saat itu, Paulus berangkat seorang diri. Sesampainya di tempat parkir dan keluar dari mobil, dia muntah-muntah hingga harus dirawat inap di RSST dan dilakukan swab.

Tak Gelar Open House Lebaran, Gerbang Rumdin Bupati Sukoharjo Digembok 

Selama menjadi pasien positif virus corona di RSST Klaten, Paulus mengisi hari-harinya di ruang isolasi dengan berolahraga. Selain itu, Paulus mengisi kegiatan dengan bekerja meski berada di ruang isolasi.

Membantu Pekerjaan

“Kegiatan saya selama di rumah sakit bekerja menggunakan aplikasi lewat email. Awal-awal [dirawat] masih berat, ketika agak enak badan, saya menghubungi teman untuk membantu pekerjaan. Saya mulai bekerja jualan ponsel itu dua pekan setelah dirawat,” kata dia.

Soal gejala yang dirasakan, Paulus sempat merasakan sakit tenggorokan, demam, mulut kering, hingga dua hari seluruh badannya merasa linu ketika dipegang. Kondisi itu dia rasakan sebelum melakukan rapid test.

Mancing di Saluran Irigasi, Bocah Juwangi Boyolali Terpeleset dan Hanyut

Pasien positif virus corona asal Jogonalan, Klaten, itu mengaku sempat merasakan ada yang mengganjal di tenggorokan. Kemudian demam, mulut agak kering, dan puncaknya dia merasakan badan linu-linu saat dipegang.

"Itu saya rasakan selama dua hari. Sudah periksa ke dokter dan sampai di IGD dinyatakan tidak ada apa-apa. Itu saya rasakan sebelum diberi tahu teman kalau dia sudah positif. Namun, saat itu saya sudah membatasi interaksi dengan orang lain,” tutur Paulus.

Kangen Istri

Paulus mengatakan selama dirawat di ruang isolasi dia tak ditemani anggota keluarga. Untuk mengobati rasa kangen, Paulus saban hari berkomunikasi dengan istrinya bernama Lia melalui panggilan video.

“Selama dirawat itu rasanya ingin cepat sembuh, pulang dan ketemu istri. Sudah sebulan [tidak bertemu istri],” tutur dia.

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Bagaimana Kelanjutan Seleksi CPNS 2020 Sukoharjo?

Paulus mengatakan selama menjalani perawatan sebagai pasien positif virus corona di RSST Klaten, tenaga medis dan paramedis benar-benar bekerja keras untuk menyembuhkan pasien.

“Oleh karena itu, kami minta tolong yang berada di luar jangan sembarangan bepergian. Kita tidak tahu orang di dekat kita saat bepergian itu OTG atau tidak,” urai dia.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSST Klaten, Juli Purnomo, mengatakan masih ada lima pasien positif corona yang dirawat di RSST. Dari jumlah itu, tiga pasien sudah menjalani pemeriksaan swab dan hasilnya negatif.

“Tinggal menunggu hasil swab kedua. Mudah-mudahan yang tiga ini segera sembuh. Pedomannya memang harus menjalani dua kali swab,” kata dia.

Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait