Cerita Orang Jawa & Melayu, Serumpun Tapi Tak Sama

Sejarah mencatat dulu orang Jawa dan Melayu dianggap sebagai bangsa serumpun, namun ternyata memiliki perbedaan karakter yang kentara.
Cerita Orang Jawa & Melayu, Serumpun Tapi Tak Sama
SOLOPOS.COM - Ilustrasi orang Jawa kuno. (Liputan6.com)

Solopos.com, SOLO Sejarah Indonesia masa lampau mencatat jika dulu orang Jawa dan Melayu dikenal dengan sebutan Jawi. Sebutan itu muncul dari pedagang Arab yang memanggil semua penduduk Nusantara dengan sebutan orang Jawi.

Kala itu pedagang Arab tidak membedakan antara orang Melayu dengan Jawa. Mereka dianggap sebagai penduduk lokal semenanjung.
Dikutip dari Antara, Rabu (1/12/2021), istilah Melayu dipakai untuk menyebut komunitas muslim di semenanjung. Orang melayu menurut The Malaysia Federal Constitution (1964) orang yang mengaku muslim biasanya berbicara bahasa Melayu sesuai dengan kebiasaan Melayu.

Baca juga: Legenda Aji Saka dan Cikal-Bakal Aksara Jawa

Sementara sejarawan Wang Gungwu menggambarkan orang Jawa mendapat tempat khusus di hati masyarakat Melayu. Mereka mengakui orang Jawa sebagai migran serumpun, karena memeluk kepercayaan yang sama dengan orang Melayu sebagai muslim, serta berbicara dalam bahasa Melayu.

Richard Winstedt (1921) seorang pegawai sipil Inggris dalam tulisannya mengasosiasikan orang Melayu sebagai penduduk yang tinggal di semenanjung dan Riau-Lingga (Sumatra). Namun kini orang Melayu identik dengan mereka yang tinggal semenanjung Malaysia.

Baca juga: Asale Orang Jawa, Keturunan Siapa?

Sedangkan orang Jawa tidak pernah dianggap menjadi bagian dari bangsa Melayu. Demikian halnya orang Jawa Melayu yang tidak merasa menjadi bagian dari penduduk Nusantara.

Perceraian komunitas Jawa dan Melayu dimulai saat masuknya penjajah Inggris di Semenanjung Malaysia. Meski demikian sampai saat ini jejak peradaban Jawa masih bisa ditemukan di wilayah semenanjung, seperti Johor Baru, Malaysia.

Warga peranakan Suku Jawa tetap eksis dan diakui sebagai bagian dari orang Melayu di Malaysia. Demikian pula peranakan Melayu yang banyak ditemukan di wilayah Sumatra dan Kalimantan.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago