Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Cerita di Balik 2 Patung Presiden Soeharto pada Bukit di Ponorogo

Ini dia asal usul dua patung Presiden Soeharto di Bukit Soeharto Ponorogo, Jawa Timur (Jatim).
SHARE
Cerita di Balik 2 Patung Presiden Soeharto pada Bukit di Ponorogo
SOLOPOS.COM - Dua patung Presiden Soeharto yang menjadi ikon favorit untuk swafoto di Bukit Soeharto, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Kamis (23/6/2022). (Solopos.com-Ronaa Nisa'us Sholikhah)

Solopos.com, PONOROGO — Bukit yang terletak di Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), memang identik dengan Presiden kedua Indonesia, Soeharto. Selain dinamakan Bukit Soeharto di lahan seluas 7 hektare itu juga terdapat dua patung Presiden Soeharto.

Adanya dua patung Presiden Soeharto inipun menjadi tanda tanya bagi wisatawan yang berkunjung di bukit itu. Mereka bertanya-tanya kenapa harus ada dua patung sebagai penanda Bukit Soeharto.

PromosiJos! Petani & Peternak Klaten Bisa Jadi Penopang Kedaulatan Pangan

Kepala Pengelola Bukit Soeharto Ponorogo, Wahyu Bintoro, pun mengungkapkan alasan adanya dua patung presiden yang semasa hidup dijuluki The Smiling General itu. Awalnya, Bukit Soeharto hanya terdapat patung Soeharto yang berwarna merah dalam posisi sendang hormat. Namun, patung itu rupanya tidak sesuai ekspektasi karena dianggap tidak mirip dengan Presiden Soeharto.

‘’Kami beri waktu tiga bulan dan tidak rampung-rampung jadi langsung dibawa ke sini,’’ kata Wahyu, Kamis (23/6/2022).

Dia memaklumi bahwa yang mengerjakannya memang bukan tenaga professional atau seniman patung. Melainkan tenaga lokal yang biasa membuat patung untuk taman. Selain itu, pembuatnya juga mengeluh lantaran sulit membuat agar bisa mirip Presiden Soeharto.

Baca juga: Gatot Nurmantyo: Patung Sukarno di Mana-Mana, Patung Soeharto Hilang

Akhirnya, Wahyu memesan lagi ke patung Soeharto untuk ditempatkan di Bukit Soeharto Ponorogo. Patung itu berukuran lebih besar dengan pose Soeharto tengah membawa tongkat. Namun, lagi-lagi patung tersebut belum sesuai ekspektasi.

‘’Hampir tiga bulan juga tidak jadi-jadi. Mau kecewa tapi bagaimana lagi,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, ia pun akhirnya menerima patung itu dengan lapang sebagai ikon yang ditempatkan di lahan seluas 7 hektare tersebut. Hal itu dikarenakan tanpa adanya patung Soeharto, tempat wisata itu dianggap tidak sempurna. Selain itu, patung tersebut sudah terlanjur ditempatkan dan sulit jika harus dipindahkan.

Baca juga: Nama Soeharto Diabadikan Jadi Tugu di Semarang, Ini Lokasinya

Wahyu menjelaskan pembuatan destinasi wisata alam Bukit Soeharto itu murni berasal dari swadaya masyarakat sekitar. Sementara, lokasi yang digunakan sebagai tempat wisata itu dipinjam dari Perhutani untuk dikelola warga desa. Proses pembangunan objek wisata alam ini pun dilakukan secara bertahap, meski telah resmi dibuka sejak akhir 2020 lalu.

“Kita tidak bisa seperti wisata lainnya yang langsung jadi karena minim dana. Kondisinya juga masih amburadul,’’ ungkapnya.

Namun, dia berharap ke depan wisata Bukit Soeharto semakin baik dan tertata agar semakin banyak wisatawan yang berkunjung. Hal itu dikarenakan tempat wisata tersebut menjadi sarana warga di ujung barat Ponorogo yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk menggerakkan roda perekonomian.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode