Cerita Bhabinkamtimbas Klodran Karanganyar dan Sukarelawan Antar Lansia Divaksin Covid-19: Harus Sabar dan Alon-Alon

Bhabinkamtibmas Klodran bersama sepuluh sukarelawan Bathang Tekle menjemput dan mengantar 40 orang lansia mendapatkan vaksin Covid-19.
SHARE
Cerita Bhabinkamtimbas Klodran Karanganyar dan Sukarelawan Antar Lansia Divaksin Covid-19: Harus Sabar dan Alon-Alon
SOLOPOS.COM - Bhabinkamtibmas Klodran, Bripka Prias Anggra Yudha, mendampingi lansia di Dusun Mantren, Desa Klodran, Colomadumendapatkan vaksinasi Covid-19 di Klinik An Nuur Colomadu, Karanganyar, Selasa (8/6/2021). (Istimewa-dok. Bhabinkamtibmas Klodran)

Solopos.com, KARANGANYAR — Bhabinkamtibmas Klodran, Colomadu, Karanganyar, Bripka Prias Anggra Yudha, bersama sepuluh sukarelawan Dusun Mantren, yakni Bathang Tekle, menjemput dan mengantar 40 orang lansia untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di Klinik An Nuur Colomadu, Selasa (8/6/2021).

Prias menceritakan momen saat menjemput satu demi satu warga lansia ke rumah mereka masing-masing dan mengantarkan mereka untuk disuntik vaksin Covid-19.

PromosiOrang Solo Suka Belanja Gadget di Tokopedia, Seller Untung 2 Kali Lipat

Prias dan sukarelawan Bathang Tekle menggunakan tiga mobil, satu mobil patroli Polsek Colomadu dan dua mobil milik sukarelawan, untuk menjemput para lansia yang rata-rata berusia di atas 60 tahun. Vaksinasi mulai pukul 07.30 WIB.

Baca juga: Catat! Ini Informasi Penting Terkait PPDB TK, SD, dan SMP di Karanganyar

“Jalannya timik-timik. Bahkan ada yang sudah susah untuk jalan, tetapi mau divaksin. Ya sudah sepuh semua. Harus ekstra sabar dan alon-alon saat mendampingi mereka ke klinik. Enggak bisa diajak jalan cepat seperti anak muda,” ujar Pras terkekeh saat menceritakan momen dirinya mendampingi warga lansia untuk berangkat ke klinik.

Pras menceritakan 40 orang lansia di Dusun Mantren itu mau dan bersemangat berangkat ke klinik demi mendapatkan vaksin Covid-19. Bahkan, ada yang sudah duduk di depan rumah menunggu untuk dijemput. Mereka mendapatkan vaksin Covid-19 jenis Sinovac. Vaksinasi rampung pukul 11.00 WIB.

“Ini vaksin dosis pertama bagi lansia di Dusun Mantren. Vaksin dosis kedua dijadwalkan tanggal 6 Juli. Saat itu, kami akan menjemput dan mengantar mereka ke klinik seperti hari ini,” tuturnya.

Keluarga Terkendala Transportasi

Pras menyampaikan alasan dirinya bersama Bathang Tekle membantu lansia berangkat ke klinik untuk mendapatkan vaksin Sinovac. Salah satu pertimbangannya adalah simpati.

“Kasihan, mesakke. Ada yang keluarganya tidak bisa mengantar karena tidak memiliki kendaraan. Intinya terkendala transportasi. Jarak rumah mereka ke klinik ini rata-rata lima kilometer,” katanya.

Baca juga: Bupati Karanganyar Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga, Ada Apa?

Pras menyampaikan belum semua lansia di Dusun Mantren mau mendapatkan vaksin Sinovac. Beberapa orang lansia mengaku takut saat pendataan awal lansia. Petugas tidak bisa memaksa lansia agar mau mengikuti vaksin.

“Awalnya kami bersama pak RT, pak RW, bu bidan itu datang ke warga sesuai nama dan alamat. Dari situ hanya 40 orang lansia yang mau divaksin. Yang lainnya katanya takut efek samping vaksin. Ada yang saat didatangi itu tidak berada di rumah. Bekerja, macul di sawah,” ungkapnya.

Salah satu lansia di Dusun Mantren, Jami, 62, mengaku tidak takut mendapatkan vaksin Covid-19. Lansia itu masih mencari nafkah dengan berjualan di rumah. “Kaya dicokot semut,” ujarnya singkat seusai mendapatkan vaksin Covid-19.

Baca juga: Pasien Covid-19 Ngeyel "Jalan-Jalan", Satgas Kabupaten Terpaksa Turun Tangan

Dihubungi secara terpisah, Kepala Puskesmas Colomadu II, Ririn Nurliyani, tidak menutupi bahwa tidak semua lansia mau mengikuti vaksin Covid-19. Menurut Ririn alasannya beragam.

“Biasanya karena takut efek samping. Lalu ada yang tidak memiliki kendaraan jadi bingung mengantar ke klinik atau puskesmas. Biasanya, pemerintah desa, babinsa, bhabinkamtibmas, bayan itu membantu menyiapkan kendaraan untuk mengantar dan menjemput. Tapi kami memang tidak memaksa kalau takut,” tutur dia.

Jumlah Vaksin Terbatas

Saat ini, lanjut dia, petugas berkonsentrasi melayani lansia yang mau mendapatkan vaksin Covid-19. Pertimbangannya adalah jumlah vaksin yang didistribusikan ke daerah terbatas. Tetapi, Ririn menuturkan petugas akan tetap mengedukasi lansia yang masih takut mendapatkan vaksin.

“Sementara kami fokus kepada yang mau divaksin dulu. Siapa yang mau, ayo. Yang belum mau, kami dekati lagi. Ini kan masih jangka panjang. Kasus ini [belum mau divaksin] terjadi di semua wilayah. Tetap ada pendampingan dan penelusuran terus sampai vaksinasi terhadap lansia ini maksimal,” katanya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar memaparkan data capaian vaksinasi Covid-19 hingga saat ini. Dinkes mengklaim sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 terhadap 32% lansia dari total 132.000 orang lansia.

Baca juga: Terapkan Standar Tinggi, Sentra Kuliner Kampung Klatak Karanganyar Kian Eksis

Selain lansia, Dinkes juga mendata 61% pelayan publik dari total 51.000 orang pelayan publik sudah mendapatkan vaksin Sinovac.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karanganyar, Warsito, menjelaskan Dinkes melaksanakan vaksinasi sesuai priositas yang ditetapkan pemerintah, yakni tenaga kesehatan, lanjut usia, dan pelayan publik.

“Capaiannya itu. Saat ini kami fokus menyelesaikan vaksinasi dosis dua untuk lansia dan pelayan publik sebanyak 33.000 dosis. Target kami pekan ini rampung. Kalau sudah selesai akan dapat tambahan lagi langsung dari Bio Farma. Semakin cepat pelaksanaan vaksinasi, maka distribusi vaksin ke daerah akan semakin cepat. Sejauh ini tidak ada kendala,” kata Warsito saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Baca juga: Satlantas Karanganyar Bakal Bangun Monumen Dari Knalpot Brong Sitaan, Ini Lokasinya

Dikonfirmasi perihal kendala sejumlah lansia enggan mendapatkan vaksin Covid-19 karena berbagai alasan tersebut di atas, Warsito menuturkan hal itu menjadi kewenangan satgas di tingkat desa.

Menurut dia, satgas di tingkat desa harus gencar mengedukasi, memotivasi, dan menyosialisasikan perihal vaksin kepada masyarakat.

“Memotivasi, mengedukasi, menyosialisasi, dan memobilisasi. Kalau diserahkan ke Dinkes, enggak mampu. Kami berharap satgas desa mampu memotivasi masyarakat sehingga bersedia mendapatkan vaksin. Sebetulnya enggak banyak lansia yang menolak. Rata-rata alasannya itu takut dan tidak ada yang mengantar. Makanya pemerintah desa banyak yang menyediakan kendaraan untuk menjemput dan mengantar,” jelasnya.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago