top ear
Tutup Iklan
Cekcok Berujung Meninggalnya PKL di Manahan Solo, Ini Penjelasan Satpol PP
  • SOLOPOS.COM
    PKL batu akik di Jl. Depok Solo, Hariyono, 55, menunjukkan tempat jatuhnya Sumardi saat cekcok dengan Satpol PP, Rabu (11/9/2019) siang. (Solopos/Kurniawan)

Cekcok Berujung Meninggalnya PKL di Manahan Solo, Ini Penjelasan Satpol PP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo membantah ada percekcokan dengan PKL di Jl. Depok, Manahan, Solo, Hariyono, yang berujung meninggalnya Sumardi, rekan Hariyono, Rabu (11/9/2019).
Diterbitkan Rabu, 11/09/2019 - 17:35 WIB
oleh Solopos.com/
1 mnt baca -

Solopos.com, SOLO -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo membantah ada percekcokan dengan https://soloraya.solopos.com/read/20190911/489/1017932/jadi-tempat-produksi-tembakau-gorila-kamar-indekos-di-reksoniten-solo-digerebek" title="Jadi Tempat Produksi Tembakau Gorila, Kamar Indekos di Reksoniten Solo Digerebek">pedagang kaki lima (PKL) di Jl. Depok, Manahan, Solo, Hariyono, yang berujung meninggalnya Sumardi, rekan Hariyono, Rabu (11/9/2019).

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, Agus Siswo Riyanto, menjelaskan yang terjadi saat itu tim datang untuk memberikan surat undangan.

Hariyono diundang ke Kantor Satpol PP https://soloraya.solopos.com/read/20190911/489/1017850/3-tempat-usaha-di-jl.-ir.-juanda-solo-dibongkar-petugas-dinas-perdagangan" title="3 Tempat Usaha di Jl. Ir. Juanda Solo Dibongkar Petugas Dinas Perdagangan">Solo terkait aktivitasnya berjualan batu akik di Jl. Depok. Tapi saat itu, menurut Agus, justru Hariyono yang langsung marah-marah kepada tim. Bahkan Hariyono menyebut punya saudara di DPRD Kota Solo.

jeda.id

“Kami datang baik-baik untuk memberikan surat undangan. Tapi tiba-tiba dia marah-marah terus. Bilang 'sedulurku enek sik DPRD Solo'. Kami tidak tanggapi. SOP kami memberikan undangan tak boleh banyak bicara,” ujar dia kepada Solopos.com, Rabu.

Terkait Sumardi yang terjatuh dan pingsan, menurut Agus, timnya yang mengantar ke RS Brayat Minulya agar mendapat pertolongan medis. Sesampai di RS, Sumardi sempat diberi bantuan pernapasan buatan. Tapi upaya itu sudah terlambat.

Sumardi sudah meninggal dunia. Berdasarkan visum dokter Sumardi meninggal dunia karena serangan jantung.

Diberitakan sebelumnya, seorang https://soloraya.solopos.com/read/20190806/489/1010565/saksi-bentrok-depan-pgs-solo-anak-saya-dipiting-dipukul-satpol-pp" title="Saksi Bentrok Depan PGS Solo: Anak Saya Dipiting & Dipukul Satpol PP">PKL batu akik di Jl. Depok, Manahan, Solo, Sumardi, meninggal saat rekannya, Hariyono, terlibat cekcok dengan petugas Satpol PP. Sumardi dan Hariyono sudah sekitar lima tahun terakhir bekerja sama berjualan batu akik di kawasan itu.

Editor : Suharsih ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkini