[ X ] CLOSE

Cegah Isu di Masyarakat, Desa Bedoro Sragen Pelopori Transparansi Data Covid-19

Isu-isu soal Covid-19 sering berkembang liar di masyarakat. Untuk mencegah hal ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, membuat informasi penanganan Covid-19 yang berisi jumlah kasus positif berbasis RT sebagai upaya transparansi dalam perkembangan Covid-19.
Cegah Isu di Masyarakat, Desa Bedoro Sragen Pelopori Transparansi Data Covid-19

Solopos.com, SRAGEN — Isu-isu soal Covid-19 sering berkembang liar di masyarakat. Untuk mencegah hal ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, membuat terobosan baru dalam penanganan Covid-19 di wilayah desa setempat. Pemdes Bedoro membuat informasi penanganan Covid-19 yang berisi jumlah kasus positif berbasis RT sebagai upaya transparansi dalam perkembangan Covid-19.

Kepala Desa Bedoro, Sambungmacan, Sragen, Pri Hartono, kepada solopos.com, Minggu (27/6/2021), menyampaikan transparansi informasi perkembangan penanganan Covid-19 itu untuk menjawab adanya informasi yang simpang siur di masyarakat. Dia mengisahkan awalnya ada kasus meninggal dari Jakarta dan prosesi pemakamannya menggunakan protokol kesehatan. Setelah itu, Pri Hartono menerangkan banyak warga yang bertanya-tanya tentang siapa warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Akhirnya, informasi perkambangan Covid-19 itu kami buat dan kami sosialisasikan lewat grup-grup media sosial di internal Desa Bedoro, seperti grup pengajian, grup RT, dan semua grup Whatsapp yang ada di desa. Sampai hari ini [Minggu], ada tiga orang yang positif dan delapan orang karantina mandiri di rumah. Tiga orang yang positif itu, diisolasi di Technopark Sragen dua orang dan dirawat di RSUD Sragen satu orang. Sedangkan yang delapan orang itu negatif tetapi tetap menjalani karantina mandiri di rumah karena merupakan keluarga pasien terkonfirmasi Covid-19,” ujarnya.

Dia menerangkan informasi perkembangan kasus Covid-19 itu sangat penting karena kenaikan angka Covid-19 di Sragen yang semakin memrihatinkan. Dia mengatakan keluarga yang karantina mandiri di rumah mendapat bantuan dengan pemberian bantuan jaminan hidup (jadup) dari Pemdes. Warga sekitar juga ikut membantu. “Pengawasan dilakukan Satgas Jaga Tangga. Biasanya ketua RT setempat sebagai koordinator satgas,” ujarnya.

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago