[ X ] CLOSE

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Lima Sektor Jadi Perhatian Khusus

 Setidaknya lima sektor yang harus mendapatkan perhatian khusus untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19.
Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Lima Sektor Jadi Perhatian Khusus
SOLOPOS.COM - Ilustrasi kasus Covid-19 dunia turun signifikan. (Freepik)

Solopos.com, KLATEN–Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di berbagai tingkatan diminta melakukan upaya pencegahan agar tak terjadi gelombang ketiga Covid-19. Setidaknya, ada lima sektor yang harus mendapatkan perhatian khusus.

Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan kelima sektor itu yakni objek wisata. Pelonggaran untuk objek wisata semestinya tak lantas melupakan protokol kesehatan ketat.

Ronny sudah mengingatkan agar Satgas di semua tingkatan untuk melakukan pengawasan, evaluasi secara rutin, serta mendisiplinkan Satgas Covid-19 di masing-masing objek wisata. Objek wisata sudah diizinkan beroperasi dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan ketat.

Baca Juga: Warga Bunderjarakan Klaten Masih Konsumsi Air Hujan

Selain itu, ada pembatasan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas. Anak di bawah 12 tahun boleh masuk harus dengan orang tua.

”Untuk mengelola kapasitas 25 persen itu juga susah. Tetapi Satgas Covid-19 di objek wisata yang harus disiplin untuk menerapkan itu,” kata Ronny saat ditemui wartawan di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Senin (25/10/2021).

Sektor kedua yakni pada pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Dia menjelaskan uji petik dengan tes antigen secara sampling kepada guru dan siswa peserta PTM tetap dilakukan rutin sekali dalam sebulan.

Baca Juga: Mulai Normal, Kain Batik Bayat Klaten Kembali Tembus Pasar Amerika

“Kemarin sudah ada uji petik yakni 10 siswa dan dua guru di setiap kecamatan dengan hasilnya negatif semua,” kata dia.

Sektor ketiga yakni kegiatan resepsi pernikahan. Meski sudah diizinkan digelar, resepsi pernikahan tetap harus memenuhi ketentuan pembatasan jumlah tamu maksimal 50 persen dari kapasitas.

Selain itu, ketentuan makanan dan minuman disajikan dalam kardus dan dibawa pulang atau tidak ada kegiatan makan dan minum di lokasi resepsi wajib dipatuhi. Satgas Penanganan Covid-19 di semua tingkatan diminta untuk disiplin mengecek penerapan protokol pelaksanaan pernikahan di masing-masing wilayah.

Baca Juga: Petani Ditemukan Meninggal di Persawahan Karangnongko Klaten

Sektor keempat yakni kegiatan pertemuan yang digelar kelompok tertentu, kalangan swasta, maupun instansi pemerintah. Pertemuan wajib digelar dengan protokol kesehatan ketat dan harus menyampaikan pemberitahuan ke Satgas Penanganan Covid-19 setempat. Hal itu dimaksudkan untuk melihat kesiapan penerapan protokol serta kesiapan tempat kegiatan.

Dia menduga ada beberapa kegiatan pertemuan yang digelar tanpa melalui izin Satgas Penanganan Covid-19. “Ditengarai ada beberapa yang tidak izin. Kalau ada yang tidak izin, ya dibubarkan atau kegiatan dipercepat,” kata dia.

Sektor kelima yakni kuliner. Ronny mengingatkan agar protokol kesehatan ketat tetap diterapkan. Seperti menjaga jarak tempat duduk serta mengenakan kembali masker ketika tidak makan dan minum.

Baca Juga: Kekinian Banget, Penyemprotan Hama di Karangdowo Klaten Gunakan Drone

Disinggung perkembangan kasus Covid-19 di Klaten, Ronny mengatakan berdasarkan data per Minggu (24/10/2021), ada 14 pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, tempat isolasi terpusat, dan isolasi mandiri di rumah. Saat ini, semakin banyak tempat tidur rumah sakit yang dikhususkan untuk pasien Covid-19 kosong.

“Di RSD Bagas Waras Klaten posisi saat ini tidak ada yang dirawat. Tetapi, semua rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 tetap kami siagakan,” kata Ronny.

Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan pada Minggu ada tambahan satu pasien Covid-19 dinyatakan sembuh dan satu pasien Covid-19 terkonfirmasi baru. Dengan perkembangan kasus Covid-19 itu, jumlah kasus kumulatif Covid-19 di Klaten menjadi 34.780 orang. Dari jumlah tersebut, 14 menjalani perawatan atau isolasi, 31.846 orang sembuh, dan 2.920 orang meninggal dunia.

Baca Juga: BPBD Boyolali Minta Masyarakat Waspadai Dampak La Nina

“Kami tetap mengimbau agar tetap meningkatkan kesadaran terhadap protokol kesehatan dengan mengenakan masker dengan baik, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilisasi serta mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir,” kata dia.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago