top ear
Catatan Peristiwa Dunia Hari Ini: 20 September 1187, Kekhalifahan Ayyubiyah Rebut Yerusalem
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi Salahuddin Ayyubi saat menguasai Kerajaan Yerusalem. (Wikimedia.org)

Catatan Peristiwa Dunia Hari Ini: 20 September 1187, Kekhalifahan Ayyubiyah Rebut Yerusalem

Catatan peristiwa dunia hari ini, 20 September, dihimpun dari berbagai belahan dunia. Salah satu peristiwa bersejarah pada 20 September adalah direbutnya Kerajaan Yersalem oleh Kekhalifahan Ayyubiyah dari Tentara Salib.
Diterbitkan Kamis, 20/09/2018 - 00:20 WIB
oleh Solopos.com/Ginanjar Saputra
3 mnt baca -

<p><b>Solopos.com, SOLO</b> &mdash; Bermacam-macam peristiwa penting dan bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 20 September. Salah satu peristiwa bersejarah pada 20 September adalah direbutnya Kerajaan Yersalem oleh Kekhalifahan Ayyubiyah dari Tentara Salib.</p><p>Selain itu, ada beberapa peristiwa lain pada 20 September yang patut untuk dikenang. Demi mengenangnya, <a href="https://www.solopos.com/"><i>Solopos.com</i></a> merangkum berbagai macam peristiwa itu dalam catatan peristiwa dunia hari ini, 20 September, yang dihimpun dari <i>Thepeoplehistory.com </i>dan <i>Wikipedia.org</i>.</p><p><b>1066<br /></b>Pasukan Norwegia berhasil mengalahkan pasukan Inggris dalam Pertempuran Fulford di Fulford, Inggris. Atas kemenangan itu, pasukan Norwegia juga berhasil merebut wilayah Fulford dari kekuasaan Inggris.</p><p><b>1187<br /></b>Pasukan Kekhalifahan Ayyubiyah pimpinan Salahuddin Ayyubi mulai mengepung Kerajaan Yerusalem demi merebutnya dari Tentara Salib. Pengepungan tersebut berlangsung selama 12 hari dan berakhir dengan keberhasilan Kekhalifahan Ayyubiyah menguasai Kerajaan Yerusalem.</p><p><b>1697<br /></b>Prancis, Inggris, Spanyol, Kekaisaran Romawi Suci, dan Belanda menandatangani Perjanjian Ryswick di Ryswick atau kini Rijswijk, Belanda. Perjanjian itu ditandatangani demi mengakhiri Perang Sembilan Tahun yang berlangsung sejak 1688.</p><p><b>1792<br /></b>Pasukan Prancis berhasil memukul mundur pasukan Prusia dan Kekaisaran Romawi Suci yang hendak menginvasi Prancis. Pasukan Prancis mengalahkan pasukan Prusia dan Kekaisaran Romawi Suci di perbatasan antara Sainte-Menehould dan Valmy, Prancis. Pertempuran itu kini dikenang dengan sebutan Pertempuran Valmy.</p><p><img src="https://img.solopos.com/upload/img/alma.jpg" width="600" height="400" alt="" />Ilustrasi Pertempuran Alma. (<em>Wikimedia.org</em>)</p><p><b>1854<br /></b>Pasukan Inggris, Prancis, dan Ottoman berhasil mengalahkan pasukan Rusia dalam Pertempuran Alma di dekat Sungai Alma, Semenanjung Krimea. Kemenangan itu merupakan salah satu yang terbesar yang diraih Inggris Prancis, dan Ottoman dalam Perang Krimea.</p><p><b>1941<br /></b>Sebanyak 403 orang Yahudi di Nemencine, Lituania dibantai pasukan Jerman yang dibantu polisi setempat. Orang-orang Yahudi yang dibunuh itu terdiri atas 128 pria, 176 wanita dan 99 anak-anak.</p><p><b>1942<br /></b>Pasukan Jerman mulai membantai orang-orang Yahudi di Letychiv, Ukraina. Dalam waktu dua hari, tentara Jerman telah membunuh sedikitnya 3.000 orang Yahudi.</p><p><b>1979<br /></b>Kaisar Afrika Tengah, Bokassa I, digulingkan dari kekuasaannya oleh rakyatnya. Bokassa I lantas melarikan diri ke Libya pada hari yang sama. Sehari kemudian, Kekaisaran Afriika Tengah yang usianya belum tiga tahun dinyatakan runtuh dan digantikan dengan negara bernama Republik Afrika Tengah yang bertahan hingga kini.</p><p><img src="https://img.solopos.com/upload/img/draxler.jpg" width="600" height="400" alt="" />Julian Draxler. (<em>Express.co.uk</em>)</p><p><b>1993<br /></b>Julian Draxler lahir di Gladbeck, Jerman. Kini, ia dikenal luas sebagai pemain sepak bola yang merumput bersama klub raksasa di Prancis, yakni Paris Saint-Germain (PSG). Draxler juga dipercaya menjadi salah satu pemain yang memperkuat Tim Nasional Jerman sejak 2012 silam.</p><p><b>2008<br /></b>Bom yang terpasang pada truk meledak di Hotel Marriott di Islamabad, Pakistan. Akibatnya, 54 orang meninggal dunia dan 266 orang lainnya mengalami luka-luka. Kelompok Taliban dan Al-Qaeda dituding sebagai otak di balik penyerangan tersebut.</p>


Editor : Rahmat Wibisono ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya