Catat, Ini Tips Cari Cuan di Medsos Ala Emil Dardak dan Arumi Bachsin

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, dan istrinya, Arumi Bachsin, berbagi tips dalam pengelolaan media sosial (medsos) maupun pemasaran digital.
Catat, Ini Tips Cari Cuan di Medsos Ala Emil Dardak dan Arumi Bachsin
SOLOPOS.COM - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elistianto Dardak, bersama istrinya, Arumi Bachsin, saat menghadiri Media Gathering Bolaratu 2021 di Wedangan Lawang Djoendjing Solo, Rabu (24/11/2021) malam. (Kurniawan/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elistianto Dardak, dan istrinya, Arumi Bachsin, berbagi tips dalam pengelolaan media sosial (medsos) maupun pemasaran digital agar bisa mendatangkan uang atau cuan, Rabu (24/11/2021).

Kegiatan media gathering dengan tema Gali Peluang Menjadi Uang, Strategi Gali Potensi Pemasaran Digital Bikin Sensasi tersebut digelar oleh PT Pertamina Regional IV Subholding Upstream bersama SKK Migas Perwakilan Jabanusa.

Dalam kesempatan itu Arumi sebagai Ketua Dekranasda Jatim berbagi tips terkait penciptaan personal branding di media sosial. Branding di medsos sangat penting karena karena bisa mendatangkan banyak manfaat, termasuk cuan.

“Bicara personal branding di era sosmed 10 tahun lalu sebatas lucu-lucuan. Tapi sekarang, banyak manfaat dari sosmed. Bisa mengangkat personal branding dan cuan di situ. Sehingga sekarang banyak yang berlomba-lomba di medsos,” ujar dia.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! JNE Gelar Hari Bebas Ongkir di Ulang Tahun Ke-31

Untuk strategi branding di medsos, baik untuk personal, maupun perusahaan dan produk, menurut Arumi banyak pilihannya. Tapi dia menekankan pentingnya metode branding dengan tetap menjadi diri sendiri, tidak menduplikasi sosok orang lain.

Orisinalitas menjadi bagian mendasar yang harus dilakukan ketika menerapkan branding di medsos. Ihwal sensasi branding, menurut Arumi merupakan kebutuhan. Tapi ketika menggunakan pendekatan sensasi itu harus tetap bisa diukur.

“Bahasa Mas Emil, sensasi itu risiko yang harus diukur. Bila tidak ambil risiko ya akan begitu-begitu saja, tapi ketika mengambil risiko pun harus tetap terkalkulasi. Apalagi warganet sangat kritis, bisa berbalik jadi boomerang buat kita,” terang dia.

Baca Juga: Blak-Blakan Tomy Winata: Dari Rahasia Bisnisnya hingga Percaya Klenik

Sedangkan Emil Dardak bercerita tentang penggunaan digital di bidang pemerintahan. Fenomena yang terjadi di lapangan menurut dia sepinya akun-akun digital organisasi pemerintah bila dibandingkan dengan akun medsos public figur.

“Masyarakat lebih senang cari info di sosmed. Padahal kami punya website pemprov, ada berita terbaru. Tapi enggak ada yang berkunjung. Mereka lebih senang nyari dari medsos. Ada jalur aduan warga, tapi tidak ada warga yang lapor,” urai dia.

Emil mengakui dari aktivitas bermedsos banyak manfaat yang bisa didapatkan, termasuk peluang mendapatkan uang. Tapi juga tidak kalah banyak informasi tidak benar yang sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya

“Medsos banyak sekali mengatur kehidupan publik figur. Orang lebih senang lihat medsos pejabat dibandingkan medsos pemerintah. Dimunculin sisi pribadi di medsos dibilang enggak pernah kerja, dimunculin kerjaan enggak menarik,” ungkap dia.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago