top ear
Ilustrasi cari beasiswa kiluah luar negeri (Freepik)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi cari beasiswa kiluah luar negeri (Freepik)

Cari Beasiswa Kuliah di Luar Negeri, Ini Tahapannya

Menjadi sukarelawan dalam berbagai kegiatan sosial pun memberikan poin positif bagi yang ingin memproses beasiswa kuliah di luar negeri.
Diterbitkan Minggu, 29/03/2020 - 04:00 WIB
oleh Solopos.com/Danang Nur Ihsan
4 menit baca

Solopos.com, SOLO — Biaya kuliah di luar negeri¬† kerap menjadi kendala saat ada orang yang punya impian itu. Namun,¬† banyaknya beasiswa kuliah di luar negeri bisa menjadi salah satu solusi agar impian tercapai.

Mengurus beasiswa ke luar negeri bisa dibilang gampang-gampang susah. Ada banyak lembaga pemerintah dan nonpemerintah yang menawarkan beasiswa.

Termasuk pula lembaga dalam dan luar negeri juga memiliki program beasiswa yang bermacam-macam bagi yang ingin kuliah di luar negeri.

Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, beberapa waktu lalu, sebelum mencari beasiswa agar bisa berkuliah di luar negeri, ada baiknya calon mahasiswa memperhatikan beberapa hal.

Jenis Game Rekomendasi WHO Saat Social Distancing Covid-19

Pertama, nilai akademis tentunya menjadi pertimbangan awal. Meskipun angka di atas kertas bukanlah segalanya, tapi tetap saja ketika akan mengajukan beasiswa, nilai akademislah yang pertama kali dilirik.

Semakin baik nilai akademis, semakin besar peluang untuk mendapatkan beasiswa. Sebagian besar universitas di luar negeri mensyaratkan pelamarnya memiliki pencapaian akademis yang baik, dari segi nilai maupun prestasi.

Kedua, keaktifan berorganisasi juga kerap menjadi salah satu pertimbangan universitas di luar negeri. Termasuk juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Biasanya universitas luar negeri akan melirik siswa yang aktif berorganisasi atau melakukan kegiatan sosial. Dengan aktif berorganisasi, akan dianggap memiliki pengalaman untuk berinteraksi dengan orang banyak dan terjun langsung dalam masyarakat.

Menjadi sukarelawan dalam berbagai kegiatan sosial pun memberikan poin positif bagi yang ingin memproses beasiswa kuliah di luar negeri.

Penguasaan Bahasa Asing

Ketiga, penguasaan bahasa asing. Penguasaan bahasa asing ini menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan, baik bahasa asing universitas yang dituju ataupun bahasa Inggris.

Meski mengincar beasiswa untuk kuliah di negara Asia seperti Jepang atau Singapura, bukan berarti tidak membutuhkan keahlian bahasa Inggris yang lihai.

Keahlian bahasa Inggris sudah menjadi salah satu syarat untuk mengajukan beasiswa luar negeri. Umumnya tes bahasa yang digunakan adalah TOEFL (Test of English as Foreign Language) dan IELTS (International English Language Testing System).

Okupansi Lesu Akibat Corona, Hotel Boyolali Tawarkan Isolasi Mandiri

Pastikan kamu memiliki skor TOEFL di atas 550 dan skor IELTS di atas 6,5 untuk mendapatkan posisi yang aman.

Keempat, siapkan surat rekomendasi. Surat rekomendasi ini dibutuhkan karena tidak sedikit pemberi beasiswa ke luar negeri akan meminta surat ini. Mereka ingin mengetahui rekam jejak pemohon beasiswa.

Biasanya surat rekomendasi diberikan oleh staf pengajar institusi tempat mengenyam pendidikan atau bila sudah bekerja dari atasan tempat bekerja itu.

Kelima, menyiapkan curiculum vitae (CV). Saat akan mengembalikan formulir pengajuan beasiswa kuliah di luar negeri, bisanya diwajibkan membuat CV. Lewat CV, pihak pemberi beasiswa akan melihat bagaimana seseorang telah berkembang dan apa saja pengalaman yang miliki.

Untuk itulah membuat CV harus informatif dan sejelas mungkin. Sebelum membuat CV, bisa mencari tahu terlebih dahulu format CV yang cocok untuk dijadikan panduan.

Bukan TraceTogether, Ini Aplikasi Kominfo Buat Lacak Pasien Covid-19

Keenam, membuat motivation letter alias surat motivasi. Tidak semua pemberi beasiswa kuliah di luar negeri mensyaratkan adanya surat motivasi, namun surat motivasi ini bisa menjadi cara yang cukup jitu untuk mendapatkan beasiswa.

Surat ini berisi alasan mengapa seseorang tertarik mengambil bidang studi dan universitas yang dipilih. Jelaskan kenapa jurusan studi yang akan diambil itu menarik dan apa yang akan dilakukan setelah kamu mendapatkan ilmu dari jurusan studi tersebut.

Sebisa mungkin lewat surat itu bisa meyakinkan pihak pemberi beasiswa tentang komitmen serius untuk memberikan yang terbaik jika mendapatkan menerima beasiswa mereka.

Latihan Wawancara

Ketujuh, berlatih wawancara untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Seleksi atau penjaringan beasiswa biasanya terdiri atas beberapa tahapan. Setelah lolos administrasi, biasanya dilakukan tes wewancara.

Pada tahapan ini, pemohon beasiswa akan bertemu dengan pihak yang akan memberikan beasiswa. Tak sedikit orang yang gugur dalam tahap ini karena grogi atau tidak percaya diri.

Ada baiknya sebelum melakukan tes wawancara, sebaiknya memperbanyak latihan agar terbiasa dan tidak kaget. Bekali diri dengan informasi tentang bidang studi yang kamu pilih.

Jenazah Covid-19 Diklaim Tak Tulari Virus, Kenapa Dibungkus Plastik?

Lalu bagaimana cara mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri? Tentu awalna harus menentukan jurusan yang akan diambil. Ambil jurusan yang diinginkan agar nantinya bisa menjalani kuliah dengan sepenuh hati.

Setelah menentukan jurusan baru memilih universitas yang dituju. Perlu diketahui, meski universitas yang dipilih memiliki reputasi dan kredibilitas yang bagus, tapi beda jurusan, beda pula peringkat nilai dalam dunia pendidikan internasional. Jadi keduanya harus sama-sama diperhatikan.

Langkah berikutnya adalah melengkapi semua persyaratan yang diperlukan untuk pengajuan beasiswa kuliah di luar negeri. Misalnya formulir pendaftaran, menyiapkan CV, surat referensi, surat motivasi, serta kelengkapan dokumen pendukung lainnya.

Berikutnya upayakan mengajukan aplikasi beasiswa sesegera mungkin setelah mendapatkan informasi terkini mengenai pembukaan pendaftaran beasiswa kuliah di luar negeri.

Sebelum Pasang Panel Surya Atap di Rumah, Pahami Dulu Perizinannya

Jangan pernah sekalipun menunda-nunda karena untuk menyiapkan persyaratan dan dokumen yang diperlukan pastinya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Ketika pendaftaran beasiswa kuliah di luar negeri sudah dibuka, harus langsung segera menyiapkan persyaratan dan dokumen lalu apply sesegera mungkin.

Editor : Profile Danang Nur Ihsan
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait