Cara Unik Antar Daging Kurban dengan Ojol di Banyumas
Solopos.com|jateng

Cara Unik Antar Daging Kurban dengan Ojol di Banyumas

Dalam hal pendistribusian daging kurban, umat Muslim di Banyumas melibatkan Komunitas  Ojek Online Cinta  Kamtibnas (Kocak) untuk menghantarkan daging kurban ke  target penerima.

Solopos.com, BANYUMAS — Idul Adha 2021 ini, umat Muslim di Indonesia mungkin sedikit kecewa karena Pemerintah Arab Saudi melalui Kementrian Agama, menyampaikan bahwa Indonesia belum mendapatkan kloter ibadah haji di tengah pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, Kementerian Agama juga menerbitkan surat edaran tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Idul Adha 1442H/2021 M dan pelaksanaan kurban di masa pandemi. Surat edaran itu mengatur perihal peniadaan Salat Idul Adha bagi masyarakat yang berada di zona merah Covid-19.

Bagaimana dengan pelaksanaan ibadah kurban? Dalam edaran tersebut juga ada panduan untuk melakukan pemotongan hewan kurban yang dilakukan melalui rumah pemotongan hewan. Namun  umat muslim di Banyumas punya cara tersendiri dalam melaksanakan ibadah kurban di  Idul Adha di tengah-tengah pandemi.

Baca Juga: Nasi Pecel Kecombrang Khas Banyumas, Kuliner Sehat Favorit Pejabat

Mengutip Liputan6.com, Kamis (21/6/2021), pada perayaan Idul Adha pertama di tengah masa pandemi di tahun 2020  lalu, umat muslim di Banyumas tetap melaksanakan kurban namun karena pandemi, pendistribusian daging kurban tidak langsung mengundang orang karena bakal mengakibatkan kerumunan.

Dalam hal pendistribusian daging kurban, umat muslim di Banyumas melibatkan Komunitas Ojek Online Cinta  Kamtibnas (Kocak) untuk menghantarkan daging kurban ke  target penerima. Pelaksana Tugas Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bayumas, Ibnu Asaddudin, mengatakan pihaknya bergerak bersama dengan Polresta Banyumas untuk membuat inisiasi ini yang tidak diduga sebelumnya.

Ibnu mengatakan bahwa teknis pendistribusian atau pengantaran daging kurban ini mengacu pada teknis penyembelihan hewan kurban yang di dalamnya menyebutkan bahwa daging kurban tidak boleh diambil oleh calon penerima secara langsung, melainkan harus diantarkan.

Baca Juga : Perlu Trik Agar Produk Lokal Banyumas Go International

Dengan  teknis yang demikian, pelaksanaan ibadah kurban saat hari Raya Idul Adha tetap  berjalan dengan aman sesuai dengan protokol kesehatan. Namun Ibnu tidak menyangkal jika penggunaan fasilitas Kocak ini tidak bisa menyeluruh, apalagi jika penerima daging kurban berada di kawasan pedesaan.

Terkait itu, Ibnu mengharapkan Kepala Satlantas Polresta Banyumas untuk berkoordinasi dengan seluruh kepolisian sektor (Polsek) yang ada di Banyumas karena masing-masing Polsek memiliki data masjid, panitia kurban dan jumlah hewan kurban di wilayahnya

Meskipun dalam masa pandemi, niat untuk berkorban dari umat muslim di Banyumas saat itu mengalami kenaikan. Hal ini karena kesadaran diri untuk saling berbagai dan masyarakat juga tidak mau repot dengan berbagai persiapan sehingga banyak yang membeli hewan kurban dan menitipkannya di masjid-masjid.

Kenaikan anemo berkurban masyarakat ini dibuktikan oleh jumlah hewan di salah satu Masjid di Banyumas,  yaitu Masjid Agung Baitulsalam Purwokerto mengalami peningkatan yang sebelumnya berjumlah 5 ekor sapi menjadi 7 ekor sapi, padahal saat itu perayaan Idul Adha masih lama.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago