[x] close
top ear
Ilustrasi buruh korban PHK. (Detik.com)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi buruh korban PHK. (Detik.com)

Sing Tenang! Begini Cara Atur Uang Pesangon PHK Biar Nggak Panik

Bagaimana cara mengatur uang pesangon PHK dengan baik? Begini kata ahli perencana keuangan Oneshildt Financial Planning, M Andoko.
Diterbitkan Rabu, 1/07/2020 - 03:25 WIB
oleh Solopos.com/Nugroho Meidinata/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Banyak orang dibuat panik akibat terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK. Padahal jika dikelola dengan baik, uang pesangon PHK dapat menjadi 'penyelamat hidup' di kemudian hari.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, buruh yang terkena PHK akan mendapatkan uang pesangon.

Benarkah Diet Telur Rebus Jadi Cara Ampuh Menurunkan Berat Badan?

Lalu, bagaimana cara mengatur uang pesangon PHK dengan baik?

Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning, M Andoko mengatakan hal yang paling utama dalam mengelola uang pesangon adalah dengan mendata kebutuhan yang diperlukan.

Data Pengeluaran dan Investasi

"Jadi nanti ketika di-PHK harus mendata pengeluaran mana yang perlu dikurangi atau tidak," ujar Andoko kepada Okezone.com, Kamis (25/6/2020).

Kisah Buruh Sukoharjo Rintis Usaha Bermodalkan Insentif Kartu Prakerja

Lebih lanjut, Anda juga harus menyisihkan uang pesangon PHK untuk kepentingan investasi, misalnya dengan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) maupun deposito.

Potret Cantik Bella Bonita, Model Video Klip Los Dol - Denny Caknan

"Bisa ditempatkan ke beberapa instrumen yang dia bisa memberikan passive income. Contohnya adalah deposito. Misalnya, dia dapat [uang pesangon PHK] Rp200 juta. Hanya sayangnya sekarang bunga deposito itu kecil hanya lima persen," tambah dia.

Mulai Berbisnis

Membuka usaha atau berbisnis menjadi salah satu cara ampuh untuk mengatur uang pesangon. Tak perlu yang besar, cukup mengambil barang orang lain atau dikenal dengan sistem reseller, Anda bisa mendapatkan keuntungan.

Turun 15 Kilogram, Intip Tips Diet Ala Artis Melaney Ricardo

"Misalnya, jangan mengeluarkan budget lebih besar atau tempat besar. Juali saja produk orang lain dulu daftar jadi reseller," ujar pakar digital marketing Dewa Eka Prayoga kepada Detik.com, Rabu (24/6/2020).

"Kalau jadi reseller itu kita ambil barang harganya Rp100.000. Lalu, jual Rp125.000. Kalau jual 10 ya dapat Rp250.000," tambah dia.

'Bojomu Semangatku', Tonton Adegan Viralnya di Sini!

Dengan menggunakan sistem reseller, Dewa mengklaim akan mengurangi kerugian. Justru sebaliknya, keuntungan pasti Anda bawa pulang.

Mau Punya Uang Rp1 Miliar Saat Pensiun? Begini Caranya!

Tips Keuangan Terbaru, Klik di Sini!

 


Editor : Profile Catra Agfa
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini