Capai WBK, IAIN Salatiga Terima Penghargaan dari Kemenag

Penghargaan itu diberikan atas capaian IAIN Salatiga sebagai satuan kerja berpredikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK).
SHARE
Capai WBK, IAIN Salatiga Terima Penghargaan dari Kemenag
SOLOPOS.COM - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyerahkan penghargaan kepada IAIN Salatiga atas capaian Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK). (Istimewa-IAIN Salatiga)

Solopos.com, SALATIGA -- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menerima apresiasi dan penghargaan dari Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas diserahkan pada hari pertama Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama atau Kemenag, Senin (5/4).

Penghargaan tersebut diberikan dengan dasar Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 934 Tahun 2020. Adapun penghargaan itu diberikan atas capaian IAIN Salatiga sebagai satuan kerja berpredikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK).

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy mengatakan bahwa capaian itu dihasilkan dari proses panjang. Juga didukung komitmen dan loyalitas dari semua unsur serta unit yang ada di IAIN Salatiga.

“Kami memulai project ini sejak 2018. Ini adalah kali ketiga IAIN Salatiga mengikuti program Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani dari Kemenpan RB. Dalam proses panjang itu, partisipasi dari semua sivitas akademik IAIN Salatiga sangat penting. Capaian ini tentu tidak dapat diraih jika dikerjakan secara parsial,” kata Rektor IAIN Salatiga, Zakiyudin Baidhawy, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Menuju UIN, Rektor IAIN Salatiga Usul Program 1 Lecturer 1 Article

Mengenai Rakernas Kementerian Agama 2021, Zakiyuddin menilai tema yang diambil, yaitu Percepatan Transformasi Layanan Publik, sangat relevan dengan era disrupsi dan revolusi industri 4.0.

"Tema ini juga mengusung pentingnya semua satuan kerja di bawah Kemenag untuk terus menguatkan reformasi birokrasi, yang intinya ada pada tiga hal. Yaitu, membangun kultur birokrasi yang efisien dan efektif. Birokrasi yang bersih dari korupsi dan akuntabel, serta pelayanan publik yang memuaskan. Juga membahagiakan berbasis smart governance," tambahnya.

Pantas Menjadi UIN

Menurutnya, IAIN Salatiga telah menunjukkan kepeloporan dalam tiga hal tersebut. "Kepeloporan itu bisa dilihat dari capaian IAIN Salatiga sebagai satu-satunya PTKIN yang mendapatkan predikat WBK dari Menpan RB dan Menag. Kami berharap kepeloporan ini bisa menjadi teladan dan mendorong PTKIN lain. Sehingga memiliki semangat yang sama menuju satker yang bersih dari korupsi dan melayani. Predikat WBK dan kepeloporan ini mencerminkan bahwa IAIN Salatiga sangat pantas menjadi UIN," tambahnya.

Selain IAIN Salatiga, satker lain yang mendapat penghargaan adalah Kantor Kemenag Kota Yogyakarta (Satker WBBM tahun 2020 dan Satker dengan Pelayanan Prima). Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar (Satker WBBM 2020). Kanwil Kemenag DIY, MAN 2 Kulon Progo (Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020).

Baca juga: Persiapan Uji Coba PTM, 300 Guru di Salatiga Divaksin

Evaluasi Capaian Kerja

Dalam sambutannya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa pelayanan publik dan tata kelola organisasi harus selalu mengikuti perkembangan zaman. "Kemenag sedang menyiapkan Super Apps yang dapat menjadi jembatan semua aplikasi pelayanan yang ada di Kemenag. Saya harap semua satker bisa berpartisipasi dalam meningkatkan pelayanan publik," ujarnya.

Dirinya juga menyatakan Kementerian Agama siap melayani semua agama dengan terus menerapkan moderasi beragama, "Moderasi Agama itu adalah salah satu ikhtiar untuk 'menengahkan' sikap beragama. Sehingga kita tidak akan condong ke salah satu sisi." Menag berharap Indonesia dapat menjadi barometer negara lain dalam menerapkan nilai agama yang moderat.

Baca juga: IAIN Salatiga Hibahkan Tanah 4,1 Hektar ke Pemkot, Ternyata Untuk Ini

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Prof. Dr. Nizar, M.Ag menjelaskan bahwa Rapat Kerja Nasional Kemenag 2021 itu digelar dengan tujuan untuk mengevaluasi capaian kinerja. Memantapkan pelaksanaan program Kemenag, dan mempersiapkan desain program Kemenag pada tahun yang akan datang.

"Selain itu, dengan adanya Rakernas ini saya berharap kita dapat memperkuat staf di birokrasi guna mempercepat transformasi layanan publik. Juga mempertajam rancang bangun RPJMM serta Rencana Strategis Kemenag," pungkasnya.

 

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago