top ear
Kondisi bantaran Sungai Winongo, wilayah Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja yang akan dijadikan destinasi wisata, Kamis (4/3/2021). (Harianjogja.com/Jalu Rahman Dewantara)
  • SOLOPOS.COM
    Kondisi bantaran Sungai Winongo, wilayah Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja yang akan dijadikan destinasi wisata, Kamis (4/3/2021). (Harianjogja.com/Jalu Rahman Dewantara)

Cantik, Bantaran Sungai Winongo Disulap Jadi Destinasi Wisata Baru di Jogja

Bantaran Sungai Winongo di Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja, akan jadi destinasi wisata alternatif. Harapannya, ekonomi dan kesejahteraan warga sekitar akan terkerek.
Diterbitkan Kamis, 4/03/2021 - 14:46 WIB
oleh Solopos.com/Jalu Rahman Dewantara-harianjogja.com
2 menit baca

Solopos.com, JOGJA -- Pemerintah Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja akan menyulap bantaran Sungai Winongo menjadi destinasi wisata. Destinasi ini akan menyajikan sejumlah potensi kelurahan, mulai dari UMKM, seni hingga budaya. Ini adalah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Pengembangan wisata di bantaran Sungai Winongo itu sudah masuk dalam rencana kerja pembangunan Pemerintah Kelurahan Pringgokusuman 2022. Konsep pembangunan 2022 itu adalah mewujudkan Pringgokusuman sebagai daerah tujuan wisata alternatif. Destinasi wisata ini wujud sinergi potensi lingkungan, budaya dan industri kreatif serta siap siaga bencana untuk pengembangan perekonomian masyarakat.

"Iya ini nanti fokus di bantaran sungai [Winongo] yang saat ini sudah selesai dibangun oleh DPUPKP," kata Lurah Pringgokusuman, Eni Purwati, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Pemkab Sleman Tak Gelar Operasi Cabai Meski Harga Melambung, Alasannya Biar Petani Untung

Wisata Jogja
Kondisi bantaran Sungai Winongo, wilayah Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja yang akan dijadikan destinasi wisata, Kamis (4/3/2021). (Harianjogja.com/Jalu Rahman Dewantara)

Meski baru akan direalisasikan tahun depan, geliat wisata di bantaran Sungai Winongo sudah terlihat. Pelakunya adalah warga yang tinggal di sekitar bantaran. Di sana, mulai banyak warga khususnya dari RW 22, Kampung Notoyudan, Pringgokusuman membuka usaha kecil-kecilan.  Seperti angkringan dan warung kelontong.

"Nah ke depannya dikoordinasi oleh LPMK [Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan] Pringgokusuman agar semua potensi yang ada di kelurahan bisa diberi ruang di lokasi ini, juga untuk pertunjukan seni budaya nya," terang Eni.

Baca Juga: Baru 30% Hotel dan Restoran di Kulonprogo Tergabung di PHRI, Ini Dampaknya

Eni berharap kehadiran wisata alternatif di Bantaran Sungai Winongo yang menyuguhkan potensi seni, budaya dan UMKM itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pringgokusuman. "Selain itu diharapkan juga dapat menurunkan angka kemiskinan," harapnya.


Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya