Cair Lur, 6.500 PKL dan Pedagang Warung di Klaten Dibantu Rp1,2 Juta

Sebanyak 6.500 PKL dan pedagang warung di Klaten masing-masing menerima bantuan tunai senilai Rp1,2 juta. Program bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung (BTPKLW) ini total senilai Rp7,8 miliar.
SHARE
Cair Lur, 6.500 PKL dan Pedagang Warung di Klaten Dibantu Rp1,2 Juta
SOLOPOS.COM - (Espos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Kodim 0723/Klaten menyalurkan bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung (BTPKLW) kepada 6.500 penerima. Masing-masing PKL dan pedagang warung menerima bantuan Rp1,2 juta.

Bantuan dari pemerintah pusat itu disalurkan Kodim Klaten, Kamis (14/10/2021). Nilai total bantuan yang diserahkan kepada 6.500 penerima itu mencapai Rp7,8 miliar.

PromosiOrang Solo Suka Belanja Gadget di Tokopedia, Seller Untung 2 Kali Lipat

Penyaluran bantuan dilakukan di Markas Kodim Klaten dengan penyerahan secara simbolis digelar di halaman Pendopo Pemkab Klaten bersamaan penutupan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa dan Karya Bakti Mandiri Klaten Bersinar.

Baca Juga: Ini Daftar 20 Produk UMKM Klaten yang Sukses Tembus Toko Modern

Komandan Kodim Klaten, Letkol Inf. Joni Eko Prasetyo, mengatakan pendataan calon penerima sebelumnya dilakukan tiga instansi yakni Kodim, Polres, dan Dinsos P3AKB.

Penentuan sasaran calon penerima dilakukan sesuai kriteria yang ditentukan dari pemerintah pusat.

“Pendataan ada tiga instansi yang menerima amanah Polres, Kodim, dan Dissos P3AKB kami koordinasi agar tidak tumpang tindih calon penerima. Kriteria diantaranya tidak boleh ASN, TNI, Polri atau istri TNI/Polri. Satu KK hanya satu penerima. Untuk memastikannya ada aplikasi,” kata Dandim saat ditemui di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Warung Makan di Wisata Air Klaten Sudah Buka Lur.. Tapi Umbulnya Masih Tutup

Kodim juga menerjunkan para Babinsa untuk mengecek secara langsung tempat usaha para calon penerima.

“Semua dilakukan secara terbuka. Tentu harapan kami sesuai harapan pemerintah bantuan ini bisa tepat sasaran dan pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19 bisa segera bergerak,” jelas dia.

Salah satu warga Desa Sawahan, Juwiring, Widodo, 65, mengatakan bantuan yang dia terima bakal digunakan untuk tambahan modal membuka usaha angkringam di Jogja. Usahanya sempat terhenti gegara pandemi Covid-19.

Baca Juga: Disokong Belasan Donatur, Warung Makan Gratis di Kalikotes Klaten Eksis Saat Pandemi

“Berhenti itu hampir tiga bulan. Baru dua pekan ini jualan lagi,” kata Widodo.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago