Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Butuh Kesabaran untuk Diet, Begini Saran Ahli Gizi

Banyak orang melakukan program diet namun gagal karena terlalu terburu-buru ingin mendapatkan hasil yang dia inginkan. Begini saran ahli dari Rumah Sakit JIH Solo.
Butuh Kesabaran untuk Diet, Begini Saran Ahli Gizi
SOLOPOS.COM - Ilustrasi diet. (freepik)

Solopos.com, SOLO — Bagi sebagian orang, bisa mengurangi berat badan adalah sebuah prestasi yang sangat diinginkan. Namun terkadang hal itu tidak mudah dilakukan, meski sudah menjalani program diet. Lalu sebenarnya apa yang harus dilakukan agar diet berhasil?

Hal tersebut dibahas dalam Health Talk Rumah Sakit (RS) JIH dengan tema Gagal Diet? Apa Sih Penyebabnya? Hadir dalam health talk tersebut adalah dokter spesialis gizi klinis RS JIH Solo, dr. Indrawati Sp. GK sebagai pembicara.

Menurut Indrawati, diet merupakan upaya untuk mengatur pola makan. “Mengatur, artinya dari yang salah kita benarkan. Itu bukan hanya untuk penurunan berat badan saja. Biasanya diet ini dilakukan pada orang-orang dengan obesitas. Kita ketahui obesitas memiliki risiko munculnya banyak penyakit,” kata dia.

Menurutnya diet memiliki tujuan bukan hanya untuk menurunkan berat badan. Dia mengatakan menjadi kurus Lebih pada pengaturan lifestyle. Dimana kurus hanya merupakan bonus dalam sebuah program diet. Lebih dari itu, diet memiliki tujuan untuk membuat seseorang lebih sehat. Untuk itu penting bagi seseorang untuk memulai diet dengan motivasi yang benar.

Di sisi lain, dia mengatakan dalam menjalankan diet, perlu adanya kesabaran. Banyak orang melakukan program diet namun gagal karena terlalu terburu-buru ingin mendapatkan hasil yang dia inginkan.

Baca Juga: Ini Keunggulan RS JIH Solo hingga Sabet Indonesia Marketing Champion 2022

Dokter spesialis gizi klinis RS JIH Solo, dr. Indrawati Sp. GK. (Tangkapan Layar Youtube)
Dokter spesialis gizi klinis RS JIH Solo, dr. Indrawati Sp. GK. (Tangkapan Layar Youtube)

“Pertama, kenapa gagal, karena inginnya instan. Sudah mengontrol makan, sudah olahraga namun dalam sepekan hanya berkurang setengah kilogram, dan itu merasa tidak signifikan. Padahal kalau dikembalikan, obesitas itu juga terjadi dalam jangka waktu yang lama,” lanjut dia.

Sementara dalam menjalani diet ada tahapan-tahapan yang perlu dijalani. Menurutnya menjalani diet terlalu ketat karena ingin mendapat hasil yang instan justru bisa berdampak tidak baik untuk Kesehatan.

“Penurunan berat badan tidak bisa instan, perlu dikonsultasikan kepada ahlinya. Perlu dilihat pula kebiasaan makannya seperti apa, dari situ dicoba diturunkan secara bertahap, disertai dengan aktivitas olahraga,” lanjut dia.

Baca Juga: Pentingnya IMD dan ASI Eksklusif bagi Bayi untuk Cegah Stunting

Faktor berikutnya yang bisa menjadikan gagalnya diet adalah ketidakkonsistenan atau bosan dalm menjalankan tahapan diet. Menurutnya dalam sebuah program diet, pasien akan mendapatkan meal plan atau perencanaan menu makan.

“Tapi kemudian bosan [dengan meal plan tersebut]. Sebelumnya harus kita pahami dulu, pada awal program selalu dikonsultasikan dulu ke dokter. Sebenarnya yang dibutuhkan tubuhnya itu berapa kalorinya? Kemudian komposisinya bagaimana antara karbrohidrat, lemak dan sebagainya. Meal plan dibuat berdasarkan kebutuhan itu,” lanjut dia.

Dia juga mengatakan diet merupakan program perorangan. Artinya satu orang dengan orang yang lain akan berbeda dalam merespons suatu metode diet. Dikatakan, diet memiliki banyak metode yang dapat disesuaikan dengan kondisi pasien yang akan melakukan program diet tersebut. Tidak semua orang cocok dengan satu metode tertentu.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terpopular
    Indeks Berita
    Berita Terkini
    Indeks Berita
    Part of Solopos.com
    Punya akun? Silahkan login
    Daftar sekarang...
    Support - FaQ
    Privacy Policy
    Tentang Kami
    Kontak Kami
    Night Mode