Bupati Wonogiri Beri Sinyal Siswa Boleh Naik Angkot Saat PTM

Saat pembelajaran tatap muka (PTM) nanti berlangsung, siswa di Wonogiri akan diperkenankan naik transportasi umum.
Bupati Wonogiri Beri Sinyal Siswa Boleh Naik Angkot Saat PTM
SOLOPOS.COM - Suasana terminal angkutan kota atau angkuta di kawasan perkotaan Wonogiri, Rabu (22/9/2021). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI – Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, memberi sinyal baik bagi para sopir angkutan kota atau angkot di Wonogiri. Saat pembelajaran tatap muka (PTM) nanti berlangsung, siswa bisa diperkenankan naik transportasi umum.

Beberapa waktu lalu, para sopir angkot di kawasan perkotaan Wonogiri berharap para siswa diperbolehkan berangkat dan pulang sekolah menggunakan transportasi umum saat PTM digelar. Sejak awal pandemi Covid-19, pendapatan mereka anjlok drastis karena tidak ada PTM di sekolah.

Menurut para sopir, pada kondisi normal sebagian besar pengguna jasa angkuta di kawasan kota Wonogiri merupakan pelajar atau anak-anak sekolah. Ketika pelajar tidak masuk sekolah karena harus belajar secara daring, maka penumpang angkuta turun drastis.

Baca Juga: Bayangan Hitam Terekam CCTV di Wonogiri Bergerak Seperti Binatang

Joko Sutopo mengatakan, saat kekebalan kelompok atau herd immunity terbentuk, pendampingan kepada siswa saat berangkat atau pulang dari sekolah tidak perlu dilakukan. Sebab semua siswa, guru dan kalangan masyarakat termasuk sopir angkot sudah tervaksin.

“Itulah yang dimaksudkan keseimbangan antara kesehatan dengan sektor ekonomi,” kata pria yang akrab disapa Jekek itu di Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri, Jumat (24/9/2021).

Menurut dia, jika di sektor kesehatan tidak ada intervensi secara masif bisa terjadi kerimpangan. Saat nanti herd immunity tercapai atau vaksinasi sudah 70 persen, bentuk kegiatan masyarakat akan menuju ke arah kenormalan. Tapi tetap dengan protokol kesehatan.

“Tidak mungkin semua siswa didampingi. Real di lapangan tidak mungkin terjadi. Maka salah satu opsi yang dikedepankan adalah capaian kekebalan komunitas,” ungkap dia.

Jekek mengatakan, jika herd immunity di Wonogiri sudah tercapai, pemerintah tinggal memberikan edukasi agar selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru Ditunda, GTT Wonogiri Malah Senang

“Memakai masker jadi fashion atau aktivitas baru. Kalau semua punya kedisiplinan maka kita yakinkan teman-teman sopir [angkota] tidak perlu khawatir. Karena akan ada kebijakan ke arah sana,” kata Jekek.

Berdasarkan website resmi Pemkab Wonogiri, cakupan vaksinasi di Wonogiri mencapai 52.44%. Dari 855.663 target sasaran, sebabyak 448.682 orang sudah divaksin.

Dengan rincian, SDM kesehatan yang divaksin sebanyak 6.336 orang, lansia 62.571 orang, petugas pelayanan publik 126.109 orang, masyarakat rentan dan umum 245.374 orang dan remaja usia 8.292 orang.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago