;

Bupati Sragen Akui Tak Bisa Masuk Kedokteran UNS Meski 2 Kali Daftar

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, akui dua kali ikut tes jadi mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS Solo tapi selalu gagal. Ia akhirnya kuliah di Fakultas Kedokteran universitas swasta di Jakarta.
SHARE
Bupati Sragen Akui Tak Bisa Masuk Kedokteran UNS Meski 2 Kali Daftar
SOLOPOS.COM - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berdialog dengan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam 11th Sragen University Expo 2022 di Gedung SMS Sragen, Sabtu (15/1/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Sebagian besar warga Sragen mafhum jika Bupati mereka, yakni Kusdinar Untung Yuni Sukowati, adalah seorang dokter. Namu tidak banyak yang tahun cerita menarik di balik gelar dokter yang diraih bupati yang akrab disapa Yuni itu.

Dalam talkshow di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Sabtu (15/1/2022), Bupati Yuni buka-bukaan soal pengalaman hidupnya. Ia mengaku pernah dua kali mendaftar kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo namun gagal. Meski begitu, keinginannya menjadi dokter tak surut.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Yuni akhirnya kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Jakarta pada 1993. Ia berhasil lulus dan mendapat gelar dokter pada 2004.

“Dulu cita-cita saya memang menjadi dokter. Saya ikut tes PTN [perguruan tinggi negeri] dua kali tidak lolos. Ya, mencoba di UNS dua kali tidak masuk. Akhirnya bisa masuk di Universitas Yarsi Jakarta. Menjadi dokter itu impian saya walaupun bisa tercapai di universitas swasta,” ujar Yuni.

Baca Juga: KMS Gelar Sragen University Expo 2022, 1.200 Pengunjung di Hari Pertama

Talkshow tersebut merupakan rangkaian kegiatan 11th Sragen University Expo 2022 yang digelar Keluarga Mahasiswa Sragen (KMS).

Ekspedisi Energi 2022

Yuni mengaku jati dirinya ditemukan sejak masih kecil. Ketika anak sebayanya suka bermain gobak sodor, Yuni sudah suka bermain dokter-dokteran. Yuni memang suka menjadi dokter sejak kecil. Yuni berpesan kepada para pelajar SMA/SMK dan mahasiswa supaya mengenali jati diri itu dari mengidentifikasi kesenangan saat kecil.

“Saya menempuh kuliah di FK itu lama. Kalau bukan karena senang, pasti sudah mutung [putus asa] di tengah jalan,” katanya.

Yuni menerangkan apa yang dibaca, apa yang ditonton, seharusnya hal-hal yang positif sehingga pemikiran akan terpacu ke arah yang positif. Yuni juga menyampaikan pentingnya membangun relasi untuk masa depan. Membangun relasi itu, ujar dia, harus dilakukan mulai sekarang. Seperti menghadiri ekspo universitas Sragen ini bagian dari upaya membangun relasi bagi para pelajar. Dalam membangun relasi itu, kata Yuni, kuncinya dengan berbuat baik dengan siapa pun.

Baca Juga: Modal Awal Rp25 Juta, Bumdes Kaliwedi Sragen Kini Bisa Raup Rp400 Juta

Ia berpendapat seseorang terkadang tidak mengetahui potensi dirinya ketika belum berada pada situasi sulit atau kepepet. Saat seseorang berada pada situasi kepepet biasanya akan muncul kemauan kuat sehingga potensi diri itu muncul dengan sendirinya.

“Saya seorang dokter tentu memiliki naluri ingin anaknya juga menjadi dokter. Tetapi anak saya punya keingin sendiri karena dokter bagi dia tidak menarik, tetapi justru tertarik kuliah di Teknik Elektro. Demikian pula para guru pun punya naluri supaya anaknya jadi guru. Nah, kalau memiliki keinginan itu harus berani diperjuangkan,” ujarnya saat menjawab pertanyaan dari seorang pelajar bernama David.

Pada sesi kedua, talk show tersebut menghadirkan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Untung Wibowo Sukowati dan seorang pengusaha muda, Alan Darma Saputra Koeshendro. Mereka akan bicara tentang prospek lulusan sarjana dalam dunia usaha.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago