[ X ] CLOSE

Bupati Sragen: Akses Layanan Pemerintah Harus Tunjukkan Bukti Vaksin!

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mewajibkan syarat kepada warga yang ingin mendapatkan layanan pemerintahan dengan menunjukkan kartu vaksin.
Bupati Sragen: Akses Layanan Pemerintah Harus Tunjukkan Bukti Vaksin!
SOLOPOS.COM - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Youtube/SoloposTV).

Solopos.com, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mewajibkan syarat kepada warga yang ingin mendapatkan layanan Pemkab dengan menunjukkan kartu vaksin. Sejumlah area publik yang tutup mulai dibuka.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan warga yang mengakses layanan pemerintah harus sudah divakinasi. Pemkab Sragen telah mengajukan kode batang aplikasi PeduliLindungi kepada Kemenkes tetapi belum didapat sampai kemarin.

Baca Juga: Dilema Vaksinasi di Sragen: Stok Melimpah, Cari Sasaran Susah

“Kami sedang mengurus aplikasi PeduliLindungi ternyata enggak sebentar, sudah hampir dua pekan belum keluar. Akhirnya kami mendahului dengan cara manual dengan kartu vaksin sampai aplikasi PeduliLindungi diterapkan dengan baik,” kata dia, Selasa (19/10/2021).

Dia menjelaskan pemberlakukan syarat vaksin dengan menunjukkan kartu vaksin kepada petugas dilakukan mulai Rabu (19/10/2021).

Sejumlah layanan yang masih tutup karena terkendala aplikasi mulai dibuka dengan menunjukkan kartu vaksin mulai Rabu atau Kamis, antara lain perpustakaan dan uji coba Kolam Renang dan Obyek Wisata Kartika, Pemandian Air Panas Bayanan, dan Pemandian Air Panas Ngunut.

Baca Juga: Berkat Layanan Jemput Bola, Vaksinasi di Kroyo Sragen Tembus 83%

Menurut dia, wilayah Soloraya masih masuk Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Jumlah capaian vaksinasi Sragen sebanyak 72,74% dosis pertama dan 31,71% dosis kedua. Jumlah warga Sragen yang belum divaksin menyisakan sekitar 160.000-an orang.

“Cara yang ditempuh mencari sasaran dengan door to door melalui RT. Mendata pedagang yang belum divaksin sekitar 5.097 pedagang. dan mendata pondok pesantren di bawah Kemenag,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen I Yusep Wahyudi menjelaskan sebelumnya masih membuka Museum Sangiran saja. Jumlah kunjungan rata-rata 100-an pengunjung/hari kecuali hari Minggu mencapai 700-an pengunjung.

Baca Juga: Objek Wisata Sragen, Bukit Gong Bayanan Direvitalisasi

“Bayanan kami uji coba terbatas sesuai Instruksi Bupati Sragen. Nanti Bayanan selesai baru kolam renang. Kami buka bertahap satu-satu dulu. Kami enggak mau buru-buru,” jelasnya.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago