Bukit Gendol, Gunung Api Purbakala di Lereng Merapi

Bukit Gendol terbentuk secara vulkanik dari pembentukan lava yang terjadi secara institut atau terjadi di suatu tempat, bukan hasil dari longsoran lava
Bukit Gendol, Gunung Api Purbakala di Lereng Merapi
SOLOPOS.COM - Bukit Gendol, Muntilan, Kabupaten Magelang (Sumber: Youtube.com/Jogja Plus)

Solopos.com, MAGELANG — Bukit Gendol merupakan perbukitan yang ada di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Oleh beberapa pakar, bukit ini selalu dikaitkan dengan aktivitas vulkanologi pegunungan sekitarnya di mana keberadaan Bukit Gebdol adalah hasil dari longsoran dan lipatan batu.

Salah satu ahli geologi dari Belanda bernama Van Bemellen yang telah melakukan penelitian mengatakan bahwa Bukit Gendol merupakan hasil dari debris avalance atau puing-puing longsoran dari letusan Gunung Merapi pada 1006 Masehi. Peristiwa letusan Gunung Merapi tersebut juga mengakibatkan dipindahkannya pusat Kerajaan Mataram Kuno ke sisi timur pulau Jawa.

Sedangkan berdasarkan pakar geologi dan vulkanologi Indonesia bernama Murwanto dan Subandrio mengatakan bahwa Bukit Gendol merupakan hasil dari lipatan batu dari Pegunungan Menoreh yang ada di sekitarnya. Namun anggapan itu dibantah melalui karya tesis penelitian Bukit Gendol pada 2016 lalu

Baca Juga: Bajingan, Kuliner Unik Temanggung

Berdasarkan pantauan Solopos.com di kanal Youtube JOGJA PLUS yang membahas karya tesis mahasiswa Pascasarjana bernama Alva Kurniawan, jurusan Teknik Geologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, membantah anggapan dari pakar geologi dan vulkanologi tersebut.

Alva yang hasil tesisnya sudah diuji dan dipublikasi secara daring di situs etd.repository.ugm.ac.id/ dengan judul Kajian Genesis Perbukitan Gendol di Daerah Muntilan-Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini menuliskan bahwa Bukit Gendol terbentuk secara vulkanik dari pembentukan lava yang terjadi secara institut atau terjadi di suatu tempat, bukan hasil dari longsoran lava seperti yang dikemukakan Van Bemellen.

Asumsi tersebut sesuai dengan penelitian dan pegujian yang dia lakukan dengan menganalisa batu penyusun yang ada di Bukit Gendol. Dari hasil penelitiannya tersebut menunjukan bahwa karakteristik batu penyusun Bukit Gendol berbeda jauh dari jenis batu pijar yang ada di Gunung Merapi. Hasil penelitian ini juga membantah bahwa Bukit Gendol adalah batu lipatan dari pegunungan Menoreh karena karakteristik batu dari Pegunungan Menoreh juga berbeda dengan batu penyusun di Bukit Gendol.

Baca Juga: Mitos Ratu Kalinyamat & Larangan Pria Kudus Nikahi Wanita Jepara

Dalam tesisnya, Alva mengatakan bahwa Bukit Gendol adalah hasil dari aktivitas vulkanisme purbakala dan sudah terbentuk berjuta-juta tahun yang lalu. Dengan kata lain, Bukit Gendol memiliki usia yang lebih tua daripada Gunung Merapi dan gunung-gunung lainnya. Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada 1006 Masehi itu justru menimbun keberadaan Bukit Gendol yang sudah ada sebelumnya.

Bukit Gendol sendiri merupakan unit lahan terisolir yang memiliki relief kasar dan berada di antara rangkaian perbukitan sekitar, seperti Bukit Sari, Bukit Pring, Bukit Depok, Bukit Lempong, Bukit Tugel dan masih banyak lagi. Bukit Gendol juga dibagi menjadi dua, yaitu utara dan selatan dengan ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaan laut (mdpl).  Bukit ini juga memiliki kemiringan yang sama sehingga dikenal dengan sebutan bukit simetris.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago