Bukan Hewan, Kethek Jadi Nama Makanan Unik Khas Kebumen

Kethek ini dibuat dari buah kelapa yang sudah tua, dikarenakan kelapa yang sudah tua dapat menghasilkan minyak yang banyak sehingga Kethek yang dihasilkan juga banyak.
SHARE
Bukan Hewan, Kethek Jadi Nama Makanan Unik Khas Kebumen
SOLOPOS.COM - Olahan Kethek Ikan Teri Khas Kebumen (Youtube/TRANS7 Official)

Solopos.com, KEBUMEN — Ada saja ide untuk mengolah makanan di setiap daerah, seperti di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah yang mengolah makanan dari ampas minyak kelapa. Olahan kuliner khas Kebumen ini dikenal dengan nama kethek.

Berdasarkan pantauan Solopos.com melalui kanal Youtube TRANS 7 Official, Kamis (5/5/2022), pembuatan kethek diawali dengan mengupas kelapa tua dan memarut dagingnya. Setelah itu, parutan kelapa diperas hingga mengeluarkan santan. Kemudian santan disaring kembali agar bersih dari ampas-ampas daging kelapa.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Santan kepala kemudian dimasak di wajan panas dan diaduk-aduk hingga terlihat antara ampas dan minyak. Kemudian ampas dari minyak kelapa diambil dan jadilah kethek. Sebenarnya adonan kethek ini bisa langsung dimakan, tapi oleh warga setempat, kethek khas Kebumen biasanya dimasak lagi menjadi olahan kuliner yang lebih menarik.

Dalam video tersebut, kethek diolah menjadi oseng-oseng yang diberi tambahan ikan teri agar lebih nikmat disantap. Bahan-bahan yang digunakan di antaranya bawang merah, bawang putih, jahe, gula merah, cabai rawit hijau, petai cina, ikan teri dan tentu saja Kethek.

Seperti mengolah oseng-soeng, bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, gula merah, ikan teri dan jahe dipotong kecil-kecil dan kemudian ditumis hingga harum. Setelah itu, adonan Kethek dicampurkan dengan tumisan bumbu tersebut dan masak hingga matang.

Rasa oseng-oseng kethek teri ini tentunya sangat kaya, mulai dari gurih dari kethek, asin dari ikan teri, dan pedas dari cabai rawit serta aroma sedap dari bawang-bawangan dan jahe yang dipadukan.

Baca Juga: Gulai Melung, Kuliner Lebaran Khas Purbalingga Favorit Gubernur Jateng

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Solopos.com, adonan kethek khas Kebumen ini juga diolah menjadi makanan pelengkap saat menyantap gethuk. Kehtek atau dikenal dengan sebutan blondo ini dihaluskan dengan cara diulek dan kemudian dimasukan ke dalam bungkusan daun pisang, setelah itu dikukus selama beberapa menit. Kehtek atau blondo siap disantap bersama gethuk.

Dari segi nilai gizi, Kethek memiliki kandungan protein, gluten dan karbohidrat yang tinggi dan rendah lemak, sehingga cocok digunakan untuk menu diet. Meskipun pembuatannya mudah, namun bisa dikatakan keberadan kethek ini bisa dikatakan sudah langka dan jarang ditemui. Tidak diketahui penyebab kelangkaannya, tapi karena proses pembuatannya mudah, Anda bisa mengolah adonan kethek atau blondo ini sendiri di rumah.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago