Bukan Hanya Alga, Bahan Pangan Ini Diprediksi Jadi Makanan Masa Depan Manusia

Alga yang sudah berbentuk kapsul itu dianggap menjadi makanan masa depan karena dianggap praktis untuk dikonsumsi.
Bukan Hanya Alga, Bahan Pangan Ini Diprediksi Jadi Makanan Masa Depan Manusia
SOLOPOS.COM - Alga diprediksi jadi makanan masa depan. (Freepik)

Solopos.com, SOLO-Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Mujahid Jaryanto, menjelaskan alga yang diproduksi dalam bentuk kapsul dianggap sebagai makanan masa depan. Alga bikinan kaum milenial di Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, itu ternyata juga dikonsumsi orang yang berprofesi sebagai astronaut.

Alga yang sudah berbentuk kapsul itu dianggap menjadi makanan masa depan karena dianggap praktis untuk dikonsumsi. “Mengonsumsi kapsul ini [pagi dan sore] setara dengan 1 kilogram nasi atau pun satu kilogram jus buah/sayur. Ini sudah dikonsumsi astronaut juga,” kata Mujahid Jaryanto seperti dikutip dari Solopos.com, Jumat (24/9/2021).

Selain alga sebenarnya ada sejumlah bahan pangan lain yang diprediksi bakal jadi makanan masa depan. Mereka ini bakal jadi bahan pangan manusia lantaran kelak diprediksi bakal terjadi ledakan populasi manusia, sementara di satu sisi sumber daya alam (SDA) dan jumlah lahan pertanian kian menyusut.

Baca Juga: Wow, Alga Bikinan Pemuda Sidowayah Klaten Jadi Makanan Astronaut di Ruang Angkasa Hlo

Penelitian di industri pangan dan kemajuan teknologi yang pesat berusaha memberikan jawaban akan apa yang bisa kita jadikan bahan makanan di masa depan. Melansir dari Bright Side, Jumat (24/9/2021), berikut ini bahan pangan manusia di masa depan:

1. Alga alias ganggang

Alga merupakan salah satu makanan yang disantap manusia di masa depan. Kebanyakan alga, misalnya rumput laut, mengandung sejumlah besar lemak omega-3. Nutrisi ini penting dengan banyak manfaat kesehatan. Penemu dan perancang Michael Burton dan Michiko Nitta mengemukakan ide bahwa manusia bisa menumbuhkan ganggang sendiri sambil bernapas saat mengenakan topeng khusus.

Dalam pertunjukan di salah satu museum di London, mereka menunjukkan bagaimana penyanyi opera dapat mendorong pertumbuhan alga di topeng tersebut.

2. Daging yang diproduksi di laboratorium

Memproduksi daging di laboratorium adalah cara untuk mengatasi masalah lingkungan, seperti emisi gas rumah kaca, pemotongan hewan berlebih, serta kekhawatiran akan kesejahteraan hewan. Ini tentunya juga menjadi solusi sumber makanan di masa depan.

Baca Juga: Alas Bedak Mengandung SPF, Efektifkah Lindungi Kulit dari Sinar Matahari?

Sebuah perusahaan bernama Memphis Meats telah memproduksi bakso yang “tumbuh” di laboratorium. Caranya, mereka menggunakan sel induk dari hewan yang diperoleh tanpa rasa sakit.

3. Serangga

Menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, serangga telah dikonsumsi oleh setidaknya 2 miliar orang. Meski beberapa orang mungkin merasa jijik, serangga sesungguhnya memiliki kandungan lemak, protein, vitamin, serat, dan mineral yang tinggi.

Selain itu, mengonsumsi serangga lebih ramah lingkungan daripada mengonsumsi daging ternak. Tambahan, beberapa serangga rasanya sama seperti produk yang biasa kita makan.

4. Makanan yang dicetak dengan mesin 3D

Kelak, printer 3D dapat mencetak, memasak, dan menyajikan makanan. Perancang asal Belanda Chloe Rutzerfeld menyarankan untuk memadukan makanan, berkebun, dan percetakan 3D.

5. Botol air yang bisa dimakan

Sebuah perusahaan startup teknologi rumput laut berbasis di London memiliki rencana untuk mengganti botol plastik dengan botol air yang bisa dimakan yang terbuat dari rumput laut.

Baca Juga: Kebiasaan Tukul Arwana Saat Syuting Diungkap Maria Vania dan Ucie Sucita

Begitu sampai di pasaran, plastik ini bisa digunakan untuk apapun. Selain harganya lebih murah dari plastik sebenarnya, rumput laut sebagai bahan kemasan juga lebih ramah lingkungan.

6. Ikan dan seafood palsu

Bukan hanya daging yang bisa dikembangkan di laboratorium, ikan dan seafood juga bisa diproduksi di sana. Pada 2002, sekelompok ilmuwan di Touro College berhasil membuat filet ikan kecil dengan mencelupkan otot ikan mas ke dalam serum janin sapi. New Wave Foods telah membuat udang palsu yang terbuat dari pengganti berbasis alga dan sedang mengerjakan pembuatan lobster dan kepiting.

Nah, bagaimana? Kalian sudah siap menyantap aneka bahan pangan ini di masa depan?

 

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago