[ X ] CLOSE

Kreatif, Ibu-Ibu PKK Karanggede Boyolali Sulap Pepaya Jadi Abon

Umumnya, abon terbuat dari bahan daging sapi, namun ibu-ibu pegiat PKK di Desa Tegalsari, Kecamatan Karanggede, Boyolali, membuat abon dari bahan dasar pepaya.
Kreatif, Ibu-Ibu PKK Karanggede Boyolali Sulap Pepaya Jadi Abon
SOLOPOS.COM - (Istimewa/Aris M.)

Solopos.com, BOYOLALI — Para ibu-ibu pegiat PKK di Desa Tegalsari, Kecamatan Karanggede, dilatih mengolah pepaya menjadi abon yang bergizi dan bernilai ekonomis.

Pemanfaatan pepaya ini menjadi bagian dari rencana mewujudkan desa wisata di wilayah tersebut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tegalsari, Kecamatan Karanggede, Aris Munandar, mengatakan pelatihan itu diikuti 28 orang berasal dari RT masing-masing.

Mereka adalah pemilik usaha katering dan yang tertarik pada tata boga. Pepaya dipilih sebagai fokus pengolahan lantaran komoditas ini cukup mudah ditemui di Tegalsari.

Baca Juga: PKK Boyolali Imbau Masyarakat Taat Protokol Kesehatan

Hampir setiap rumah memiliki pohon pepaya dan tak semua buahnya bisa terserap pasar. Aris lalu berinisiatif agar pepaya ini bisa diolah di kampung sehingga membangun peluang bisnis baru.

“Biar ada nilai tambah. Jangka ke depannya abon pepaya ini bisa diproduksi dan ketersediaan bahan baku yang ada di desa kami. Ini bisa menjadi produk unggulan. Kami sedang merintis sesuatu yang baru,” kata Aris, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (17/10/2021).

Di Tegalsari, pepaya menjadi buah yang jamak dan kurang laku di pasaran. Pepaya jenis lokal umumnya menjadi konsumsi harian rumah tangga. Sedangkan, pepaya jenis bangkok banyak dijual ke pasar dengan harga rendah.

Baca Juga: Lebaran 2019: Ini Rekomendasi Wisata dan Tempat Kuliner Boyolali

Pelatihan itu akan mendorong para ibu PKK di Tegalsari membikin olahan pangan berbasis pepaya dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Saat diolah menjadi abon, pepaya bisa memiliki umur simpan lebih panjang, bersifat kekinian dan inovatif.

“Kami memanfaatkan potensi lokal yang ada. Nanti, kami berencana bikin pasar kuliner setiap selapan dina [masa 35 hari] atau sebulan sekali dengan menggandeng UMKM lokal.”

“Pasarnya mirip seperti yang dikembangkan di Desa Lerep, Ungaran atau di Wonogiri dan lainnya,” tutur Aris.

Baca Juga: PKK Boyolali Raih Juara I Lomba Racik Jamu

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tegalsari, Fajar Istiwati, mengatakan pelatihan itu difasilitasi oleh tim Alie Alie Culinary Cooking Class dari Salatiga.

Selain abon pepaya, peserta juga dilatih membikin susu kurma dan pumpkins brownies.

Melalui pelatihan tata boga ini, ia berharap para pegiat PKK di Tegalsari mendapatkan wawasan baru tentang kuliner kekinian dan bisa mengembangkan keterampilan dan kreativitas di bidang gastronomi.

Pelatihan juga mendorong jiwa kewirausahaan serta mendorong berkembangkan UMKM di Desa Tegalsari.

Baca Juga: Desa Tanjung Boyolali Padukan Agrowisata dan Ziarah Makam

“Semoga dengan pelatihan tata boga ini, ekonomi masyarakat melalui UMKM bidang kuliner bisa bangkit berkembang dengan baik ditunjang oleh PKK tingkat Desa dan Kecamatan,” harap Fajar.

Sekretaris Pokdarwis Desa Tegalsari, Sri Wahyuni, menambahkan pelatihan ini bisa menambah kekayaan kuliner yang diproduksi oleh UMKM Desa Tegalsari. Hal ini sejalan dengan semangat mewujudkan Tegalsari sebagai desa wisata kuliner.

“Desa kami ditunjuk menjadi rintisan desa wisata. Produk unggulannya dulu ada abon lele. Tapi kurang peminat karena mahal kan harganya. Sekarang kami mencoba membikin hal baru yang lebih inovatif. Semoga UMKM Tegalsari makin berkembang lebih baik pascapandemi. Ini menjadi akselerasi bagi kami,” ujar Sri Wahyuni.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago