top ear
Puluhan pelaku UMKM di Sragen mengikuti pelatihan sertifikat halal yang difasilitasi Pemkab Sragen di Aula Sukowati Setda Sragen, Jumat (20/11/2020). (Solopos.com/Tri Rahayu)
  • SOLOPOS.COM
    Puluhan pelaku UMKM di Sragen mengikuti pelatihan sertifikat halal yang difasilitasi Pemkab Sragen di Aula Sukowati Setda Sragen, Jumat (20/11/2020). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Bu Mirah Fasilitasi 50 UMKM Sragen Dapatkan Sertifikat Halal

Untuk kali pertama Pemkab Sragen menggelar pelatihan dan fasilitasi sertifikat halal bagi pelaku UMKM.
Diterbitkan Jumat, 20/11/2020 - 15:30 WIB
oleh Solopos.com/Tri Rahayu
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 50 orang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sragen mengikuti pelatihan mendapatkan sertifikat halal. Mereka menjadi adik asuh dari badan usaha milik daerah (BUMD) perbankan untuk mendapatkan sertifikat halal tersebut.

Kegiatan yang difasilitasi Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Sragen itu digelar di aula Sukowati Setda Sragen, Jumat (20/11/2020).
Pelatihan ini menindaklanjuti program Gerakan Kakak Asuh Badan Usaha Milik Daerah (Bu Mirah) bagi pelaku UMKM di Sragen. Program tersebut merupakan inovasi Diklat Pimpinan IV yang diifasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen dan BKPSDM Provinsi Jawa Tengah.

Kasubag Pembinaan BUMD Bagian Perekonomian Setda Sragen, Haryanti, menyampaikan dari 68.000 UMKM di Sragen ternyata masih banyak yang belum memiliki sertifikat halal. Mayoritas UMKM baru memiliki perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Dengan demikian, Haryanti sebagai inisiator program Bu Mirah memberdayakan BUMD perbankan untuk memfasilitasi pengurusan izin sertifikasi halal itu.

KPU Sragen Kerahkan 100 Orang untuk Lipat Suara, Dibayar Rp50/Lembar

“Kami melakukan fasilitasi sertifikat halal secara bertahap. Pada tahap awal kami gandeng 50 pelaku UMKM di Sragen. Mereka mengurus sertifikasi halal  dengan difasilitasi PT BPR Syariyah Sukowati atau Bank Syariah Sukowati. Kebutuhan biayanya untuk sertifikat halal itu Rp3,5 juta. Dana dari APBD juga terbatas, sehingga keterlibatan BUMD perbankan sebagai kakak asuh UMKM diperlukan,” ujarnya.

Pojok UMKM

Dalam forum itu hadir Direktur Bank Syariah Sukowati Sragen, Fakhruddin Nur. Dia menawarkan pinjaman lunak dan memfasilitasi pemasaran daring bagi para pelaku UMKM. Fakhruddin juga siap memfasilitasi adanya pojok UMKM di delapan kantor cabang Bank Syariah Sragen di berbagai daerah.

Gorong-Gorong Hilang, Petani Sragen Protes Pembangunan Jembatan Ganefo

Terpisah, Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Dinkop & UMKM Sragen, Dewi Dwi Hastuti, menyampaikan pelatihan sertfikasi halal ini baru kali pertama digelar di Sragen. Dewi mengatakan bila ada fasilitasi pelatihan sertifikat halal sering kali meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dia menjelaskan UMKM sebanyak 68.000 unit usaha itu tidak semua bergerak di makanan olahan. Tetapi ada di sektor jasa, perdagangan, dan industri.

“Sertifikat halal ini penting agar produk UMKM bisa masuk ke toko modern, seperti minimarket atau supermarket. Sertifikat halal ini yang mengeluarkan Kementerian Agama,” ujarnya.


Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
DataUtama

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini