Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

BPJS Ketenagakerjaan Klaim Bikin Masyarakat Makin Aman, Yakin?

BPJS Ketenagakerjaan mengklaim akan memberikan rasa aman kepada para pesertanya.
SHARE
BPJS Ketenagakerjaan Klaim Bikin Masyarakat Makin Aman, Yakin?
SOLOPOS.COM - Forum Sosialisasi dan Dialog Interaktif TV di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (30/6/2022). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – BPJS Ketenagakerjaan memberikan klaim akan membuat masyarakat yang menjadi pesertanya bakal merasa lebih aman dalam menjalani hidup. Yakin enggak?

Nah, kita bedah lebih mendalam. Saat ini, umat manusia di seluruh dunia tengah menghadapi ancaman kemanusiaan, mulai dari wabah virus, bencana alam, dan lain-lain.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Untuk menghadapi berbagai ancaman terhadap kemanusiaan, termasuk bencana alam, event bertaraf internasional Forum The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 telah digelar di Bali Nusa Dua Conventions Center (BNDCC), Bali, pada 23 hingga 28 Mei lalu.

Acara tersebut menjadi seruan bagi negara-negara untuk mempercepat implementasi seluruh prioritas Kerangka Sendai guna menghentikan laju peningkatan dampak dan risiko bencana.

Nah, hubungannya dengan klaim BPJS Ketenagakerjaan di atas apa? Tunggu dulu! Kita simak lebih mendalam pembedahan masalahnya.

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam upaya pengurangan risiko dari berbagai macam bencana.

Dalam hal ini, bencana bukan hanya bencana alam, namun juga wabah virus dan lain-lain.

Baca Juga: Perlu Tahu, Begini Syarat dan Cara Beli Rumah Pakai BPJS

Pertemuan di Bali yang dihadiri perwakilan sejumlah negara itu menghasilkan tujuh rekomendasi agenda sebagai persiapan dalam menghadapi ancaman kemanusiaan.

Salah rekomendasinya adalah menerapkan pendekatan partisipatif dan berbasis hak asasi manusia (HAM) untuk memasukkan semua sesuai prinsip dalam perencanaan risiko bencana dan implementasinya pada masyarakat yang berisiko.

Peran Kemkominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) lantas menindaklanjuti rekmendasi agenda tersebut sebagai upaya mitigasi berbagai bencana di Indonesia.

Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (DJIKP) lantas menggelar Forum Sosialisasi dan Dialog Interaktif TV di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: Seleksi Lowongan Kepala Dinas, Diskominfo SP Solo Paling Banyak Peserta

Acara yang mengangkat tema GPDRR Menjadi Jembatan Membangun Kesadaran Masyarakat Dalam Pengurangan Resiko Bencana dan sub tema Kepesertaan Aktif BPJS Ketenagakerjaan itu bertujuan membangun kesadaran masyarakat dalam mitigasi bencana.

Dalam sambutannya di acara tersebut, Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemkominfo, Wiryanta, mengatakan Kemkominfo terus memberikan informasi akan mitigasi bencana dengan bersinergsi bersama semua pihak.

Menurutnya, salah satu cara mitigasi bencana adalah dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, ia mengklaim dampak kehidupan sosial dan keluarga masyarakat Indonesia yang tertimpa bencana.Kemkominfo, lanjut dia, akan selalu berusaha menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan seluruh masyarakat.

Di acara tersebut, hadir dua narasumber, yakni Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi dan Account Representatif Manager BPJS Ketenagakerjaan Kabpaten Batang, Muhammad Zaenuddin.

Baca Juga: Sepakat! Seluruh Perangkat RT/RW di Wonogiri Ikuti BPJS Ketenagakerjaan

Menurut Ulul, BPBD Kabupaten Batang saat ini sudah bergerak cepat dalam penanganan bencana rob yang terjadi. Mereka telah melakukan patroli rutin demi penanganan bencana yang kilat.

Selain itu, BPBD Kabupaten Batang juga telah menanam pohon sebanyak 5.000 pohon dari sukarelawan demi mencegah bencana.

Ada empat kebijakan yang yang dilakukan Pemkab Batang untuk mitigasi bencana, yakni pengarusutamaan risiko bencana dalam bangunan daerah, pengembangan sadar bencana, kerja sama stakeholder, dan mitigasi daerah-daerah risiko bencana.

Sementara itu, Muhammad Zaenuddin berpendapat pengurangan risiko bencana bisa dilakukan melalui sistem jaminan sosial ketenagakerjaan.

Ada lima pelayanan jaminan sosial ketenagakerjaan, yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kehilangan pekerjaan.

Baca Juga: Tangkal Peserta Nunggak Bayar Iuran, Ini Jurus BPJS Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Batang selalu menginformasikan pentingnya menjadi peserta jaminan sosial guna melindungi secara keseluruhan kepada penerima manfaat dengan skema klaim yang ada.

Jadi, jaminan sosial diharapkan akan membuat masyarakat Indonesia merasa lebih tenang dari berbagai ancaman kemanusiaan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode