BPJS KESEHATAN :Waduh, 35.000 Pekerja di Boyolali Belum Terdaftar BPJS Kesehatan

BPJS KESEHATAN :Waduh, 35.000 Pekerja di Boyolali Belum Terdaftar BPJS Kesehatan
SOLOPOS.COM - Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan. (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, BOYOLALI – Sekitar 35.000 karyawan yang bekerja di berbagai perusahaan di Boyolali belum terdaftar sebagai peserta program jaminan kesehatan nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Boyolali, Purwanto, saat dijumpai solopos.com setelah mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan di Stadion Pandan Arang, Boyolali, Senin (10/11/2014)

“Sesuai data [pendaftar] yang kami miliki, baru sekitar 40% perusahaan di Boyolali yang telah bergabung bersama BPJS. Sedangkan 60% perusahaan lainnya belum [mendaftar], padahal batas akhir pendaftaran pekerja ditargetkan semua bisa selesai pada 31 Desember tahun ini,” kata Purwanto.

Purwanto mengatakan sebagian besar perusahaan di Boyolali yang belum mendaftarkan pekerjaan mereka sebagai peserta BPKS ialah perusahaan berskala kecil.

Sementara itu, dijumpai terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Promosi Kesehatan dan Penunjang Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S. Lina, berharap perusahaan segera mendaftarkan pekerja mereka di BPJS.

Meski saat ini masih berupa teguran, BPJS juga tetap menyiapkan sanksi tegas kepada perusahaan yang melanggar berupa peringatan tertulis, denda, sampai pencabutan izin usaha.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago