[x] close
top ear
Pedagang oprokan lantai II Pasar Nusukan bagian belakang bergotong royong membersihkan puing-puing atap lapak yang ambruk karena angin kencang, Senin (13/7/2020) siang. (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Pedagang oprokan lantai II Pasar Nusukan bagian belakang bergotong royong membersihkan puing-puing atap lapak yang ambruk karena angin kencang, Senin (13/7/2020) siang. (Istimewa)

BPBD Solo Sebut Puting Beliung Pasar Nusukan Di Luar Kebiasaan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Solo menyebut puting beliung di area pedagang oprokan di Pasar Nusukan, Banjarsari, di luar kebiasaan.
Diterbitkan Selasa, 14/07/2020 - 20:00 WIB
oleh Solopos.com/Kurniawan
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Puting beliung yang mengobrak-abrik lapak pedagang oprokan di lantai II Pasar Nusukan, Senin (13/7/2020), ternyata tidak dilaporkan ke BPBD Solo hingga Selasa (14/7/2020).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo menyebut kejadian angin kencang tersebut di luar kebiasaan. Musibah angin kencang biasanya terjadi pada masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan. Sedangkan saat ini masa transisi menuju musim kemarau.

“Saat ini kan sebenarnya sedang masa transisi ke musim kemarau. Jadi enggak masuk kriteria ancaman angin kencang,” terang Kepala Pelaksana BPBD Solo, Eko Prajudhy Noor Aly, saat diwawancarai Solopos.com melalui telepon, Selasa.

2 Maling HP Spesialis Rumah Sakit dan Hotel Lintas Kota Tertangkap di Solo, Ini Identitasnya

Kepala BPBD Solo itu mengakui memang sulit untuk memprediksi waktu kejadian puting beliung seperti yang terjadi di Pasar Nusukan, Senin. Daerah yang berpotensi terdampak juga sulit diperkirakan.

Yang bisa dilakukan masyarakat hanya selalu waspada di musim yang memang berpotensi terjadi angin kencang. Konkretnya seperti dengan memangkas dahan-dahan pohon yang melintang jalan atau berada di atas rumah.

Pepohonan yang tinggi dan lapuk juga mesti diremajakan. “Antisipasi di permukiman seperti itu. Kalau di pasar ya waspada saja,” kata dia.

Puting Beliung Pasar Nusukan Solo, Saksi Mata: Atap Terangkat ke Atas, Lalu Bruk!

Karena sifatnya yang sukar diprediksi, menurut Eko, tidak ada pemetaan daerah mana saja di Solo yang masuk kategori rawan bencana angin kencang. Namun antisipasi serentak biasa dilakukan Pemkot Solo memasuki musim penghujan.

Berskala Kecil

Terkait kejadian puting beliung di lapak belakang Pasar Nusukan, Kepala BPBD Solo mengaku belum mendapat laporan. “Saya malah belum tahu. Ndak ada laporan itu. Padahal kemarin saya rapat dengan Pak Wali Kota di Balai Kota,” sambung dia.

Salah seorang pedagang Pasar Nusukan, Aries Suputro, menduga angin kencang yang melanda lapak pedagang oprokan bagian belakang pasar berskala kecil. Kerusakan yang ditimbulkan hanya di area itu, tak sampai ke pasar keseluruhan.

Bakul Tahu Kupat Timur RS Kasih Ibu Solo Jadi Klaster Baru, 9 Kontaknya Positif Covid-19

“Kejadian itu hanya di bagian atas, di luar pasar tidak terdampak. Aneh memang, anginnya seperti narik gitu, kata orang-orang. Jadi anginnya melingkar gitu, apa namanya ya, seperti angin lisus. Tapi mungkin skala kecil dan hanya lewat,” urai dia.

Sebagaimana diberitakan, puting beliung merusak atap tempat bernaung pedagang oprokan di Pasar Nusukan, Senin. Kendati begitu, para pedagang tetap berjualan pada Selasa.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini