top ear
BPBD Jateng Minta Bantuan Penerbad Tangani Api Merbabu
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi helikopter melakukan water bombing. (heliaust.com.au)

BPBD Jateng Minta Bantuan Penerbad Tangani Api Merbabu

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) berencana meminjam peralatan water bombing milik Penerbad TNI-AD yang berada di Kota Semarang. Hal itu dilakukan guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di Jateng yang semakin masif.
Diterbitkan Jumat, 20/09/2019 - 06:50 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra,
2 mnt baca -

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) berencana meminjam peralatan water bombing milik Penerbad TNI-AD yang berada di Kota Semarang. Hal itu dilakukan guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di Jateng yang semakin masif.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Sudaryanto, mengatakan ada beberapa alasan yang membuat pihaknya ingin meminjam peralatan dari Penerbad. Selain untuk menekan biaya operasional yang mahal, hampir seluruh helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah dikerahkan mengatasi karhutla di Kalimantan dan Sumatra.

“Sekali terbang, sejam bisa habis ratusan juta. Apalagi sekarang [helikopter] water bombing BNPB masih difokuskan ke Kalimantan. Jadi kita nanti pinjam ke Penerbad,” ujar Sudaryanto kepada wartawan di Semarang, Kamis (19/9/2019).

Sudaryanto mengatakan karhutla paling parah saat ini berada di lereng Gunung Merbabu. Meski akhir pekan lalu sudah dinyatakan padam, namun beberapa titik api ternyata masih muncul.

Bahkan kobaran api itu kian meluas karena diduga adanya tumpahan minyak di sekitar lokasi. Selain itu, titik api juga muncul di dekat permukiman warga, tepatnya di Desa Nganggrong, Kecamatan Gladagsari, Boyolali.

"Kalau dari citra satelit Balai Taman Merbabu, ada satu titik kebakaran terpantau di Nganggrong Gladagsari yang jaraknya lebih kurang 5 kilometer," cetusnya.

Sudaryanto memperkirakan total luasan lahan dan hutan yang terbakar selama kemarau panjang tahun ini mencapai 500 hektare lebih. Upaya pemadaman sudah dilakukan para sukarelawan dan petugas, namun masih terkendala medan yang cukup berat.

“Hembusan anginnya juga kencang, jadi mungkin ada bara yang belum benar-benar padam dan kian membesar,” imbuhnya.

Bencana kebakaran ini, lanjut Sudaryanto, juga memberikan dampak pasokan air bagi warga di Boyolali. Hal itu dikarenakan salah satu pipa di kawasan Tuk Sipendok hangus terbakar.

Menurut Sudaryanto, kerusakan pipa mencapai tiga kilometer. Oleh karenanya, ia pun meminta sukarelawan meningkatkan koordinasi dengan aparat TNI dan Polri agar kebakaran tidak meluas.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor : Rahmat Wibisono ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkini