Boyolali Hari Ini: 16 Mei 2015, Pendaki Jogja Jatuh ke Kawah Merapi

Tujuh tahun lalu, tepatnya pada 16 Mei 2015, seorang pendaki gunung asal Jogja jatuh ke arah kawah Merapi pada Sabtu (16/5/2015) siang.
SHARE
Boyolali Hari Ini: 16 Mei 2015, Pendaki Jogja Jatuh ke Kawah Merapi
SOLOPOS.COM - Gunung Merapi. (Freepik)

Solopos.com, BOYOLALI — Tujuh tahun lalu, tepatnya pada 16 Mei 2015, seorang pendaki gunung asal Jogja jatuh ke arah kawah Merapi pada Sabtu (16/5/2015) siang.

Kala itu, Komandan Search and Rescue (SAR) Barameru yang dijabat oleh Samsuri, mengatakan identitas pendaki yang jatuh ke arah kawah Merapi tersebut diketahui bernama EY asal Jogja.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Sekitar pukul 15.00 WIB, sepuluh orang anggota tim SAR Barameru langsung berangkat menyisir ke lokasi kejadian.

Menurut Samsuri, lima rekan EY dari Jogja langsung melaporkan jatuhnya teman mereka begitu tiba di base camp Barameru sekitar pukul 14.00 WIB.

Samsuri langsung meneruskan laporan tersebut ke Taman Nasional Gunung Merapi dan Polsek Selo Boyolali. Tim berikutnya menyusul ke lokasi begitu mendapat laporan dari tim 1.

Baca Juga : Mengenang 150 tahun Gunung Merapi Meletus 1872, Terdahsyat Abad Modern

M, salah seorang rekan EY, kepada Samsuri, mengatakan tidak mengetahui persis lokasi jatuhnya EY saat itu. M hanya mengatakan EY jatuh ke arah kawah Merapi.

Saat itu, EY sempat berteriak meminta tolong. Bahkan, beberapa saat setelah jatuh, suara EY masih terdengar.

Hal itu menandakan masih ada harapan bagi EY untuk diselamatkan karena tidak langsung tercebur masuk ke dalam kawah. Namun, belum diketahui bagaimana nasib EY saat itu.

M dan rekan-rekannya yang masih panik dan lelah belum bisa dimintai banyak informasi soal kronologi jatuhnya EY. Diduga, EY jatuh karena terpeleset saat berada di puncak Gunung Merapi.

Baca Juga : Mengenal Tengsek, Pohon Sulaiman Bertuah & Langka dari Gunung Merapi

Kondisi puncak Merapi saat kejadian tersebut memang rawan semenjak letusan 2010 lalu. Pascaletusan, puncak Merapi semakin menyempit.

Puncak Garuda dan kawah mati yang dulunya terpisah kini menyatu menjadi kawah aktif setelah letusan 2010. Sementara itu, lebar kawah Merapi kini bertambah.

Salah seorang anggota SAR Barameru yang dimintai konfirmasi Solopos.com saat itu bernama Madi. Saat dihubungi sesaat sebelum berangkat ke lokasi pencarian mengatakan timnya membawa obat-obatan.

Konten Soloraya Hari Ini menyajikan berita peristiwa pada masa lalu yang menyita perhatian publik di Soloraya. Tujuannya tak lain supaya pembaca bisa mengambil pelajaran berharrga dari setiap peristiwa di masa lalu.

Baca Juga : Sempat Diguyur Hujan Abu, Warga Tlogolele Boyolali Beraktivitas Normal



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago