[ X ] CLOSE

Boyolali Balik Lagi Jadi Zona Merah, Kadinkes: Tak Cukup 3M, Tapi 5M

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, meminta masyarakat menerapkan 5M, tak cukup 3M.
Boyolali Balik Lagi Jadi Zona Merah, Kadinkes: Tak Cukup 3M, Tapi 5M
SOLOPOS.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, menunjukkan vaksin Covid-19 jenis Sinovac yang telah tiba di Boyolali, Sabtu (23/1/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI - Kabupaten Boyolali kembali masuk ke dalam zona merah persebaran Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, meminta masyarakat menerapkan 5M, tak cukup 3M.

Tingginya kasus Covid-19 di Boyolali membuat wilayah ini kembali masuk ke zona merah per 1 Februari 2021 ini. Padahal, Boyolali sempat cukup lama berada di zona oranye persebaran Covid-19.

"Setelah sekian lama zona oranye, kini Boyolali memasuki zona merah. Zona merah muncul karena banyaknya pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit," kata Ratri kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Baca Juga: Keringanan Tagihan Listrik Bagi Pengusaha Berlanjut, Ini Bantuan Lain dari Pemerintah di 2021

Dia mengatakan pada Senin (1/1/2021), jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 yang tercatat di Boyolali mencapai 4.653 kasus. Dari jumlah itu, 293 orang dirawat, 543 orang menjalani isolasi mandiri, 3.691 orang dinyatakan selesai isolasi dan 126 orang meninggal dunia.

Ratri pun mengimbau kepada masyarakat Boyolali untuk tidak bosan menjalankan protokol kesehatan. Menurutnya dengan tertib menjalankan protokol kesehatan diharapkan bisa mengurangi risiko tertularnya Covid-19.

Bukan hanya mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak (3M), menurutnya saat ini masyarakat Boyolali perlu menjalankan 5M. Untuk dua M yang lain adalah menghindari kerumunan dan menghindari mobilitas.

"Jangan sampai muncul kejadian, di masa PPKM [Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat] malah ada yang bepergian jauh dan bergerombol," kata dia.

Pulang Piknik

Seperti diketahui ada sekelompok warga yang tergabung di Paguyuban Pedagang Pasar Cepogo, yang baru saja pulang piknik dari Bali, Selasa (2/2/2021). Buntut dari aktivitas warga itu, setelah dilakukan tes rapid antigen, diketahui ada lima orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ada tiga orang dewasa dan serta dua anak usia 7 tahun dan 8 tahun yang positif berdasarkan hasil rapid antigen.

"Jika melihat yang bersangkutan masih sehat tidak bergejala, kemudian positif, bisa jadi mereka tertular saat perjalanan. Atau sebelumnya memang sudah positif. Hal yang perlu diperhatikan adalah kontak erat dari mereka yang positif," kata dia.

Baca Juga: Pemerintah Butuh 20.000 Mahasiswa untuk Mengajar di Daerah Tertinggal, Berminat?



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago