Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Bom Bunuh Diri di Mapolsek, Agus Baru Setahun Bebas dari LP Nusakambangan

Agus Sujatno terlibat peristiwa bom di Cicendo Kota Bandung pada 2017 dan menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
SHARE
Bom Bunuh Diri di Mapolsek, Agus Baru Setahun Bebas dari LP Nusakambangan
SOLOPOS.COM - Penampakan indekos di Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, yang disewa AS, 34, terduga pelaku ledakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, pada Rabu (7/12/2022). (Solopos.com/Magdalena N.P.)

Solopos.com, BANDUNG — Agus Sujatno alias Agus Muslim, terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022), baru keluar dari penjara akibat kasus terorisme pada September 2021.

Agus Muslim terlibat peristiwa bom di Cicendo Kota Bandung pada 2017 dan menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

PromosiMesin Baru di Mitsubishi L300 Euro 4: Lebih Bertenaga, Hemat Bahan Bakar

Baru setahun keluar dari penjara, Agus diduga aktif dalam jaringan terorisme yang diikutinya dan melakukan aksi bom bunuh diri hari ini.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

“Yang bersangkutan dihukum empat tahun. Dan bulan September 2021, bebas,” kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Baca Juga: Pengamat: Jaringan Teroris Masih Aktif, Pemenjaraan Lahirkan Teroris Baru

Menurut Kapolri, Agus Sujatno teridentifikasi berafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Identifikasi itu diperoleh melalui pemeriksaan sidik jari dan pengenalan wajah (face recognition).

Kelompok JAD yang diikuti Agus Muslim berbasis di Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga: Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Bandung Mantan Napi Teroris di LP Nusakambangan

Oleh karena itu, Kapolri memerintahkan timnya untuk mendalami dan mencari orang-orang atau kelompok yang diduga terafiliasi dengan kelompok Agus tersebut.

“Seluruh tim satgas sudah diperintahkan bergerak,” ujar Listyo.

Diduga, seusai bebas dari LP Nusakambangan itu Agus Sujatno lalu pergi di Sukoharjo dan indekos di Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baca Juga: Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Bandung Mantan Napi Teroris di LP Nusakambangan

Endang, tetangga indekos Agus Sujatno di Desa Siwal, menuturkan Agus dan istrinya menyewa kamar sekitar 1,5 tahun terakhir.

Selama menempati rumah indekos itu, pasangan suami istri (pasutri) itu dikenal sosok yang pendiam dan cenderung tertutup.

“Kalau pas di sini, kenalannya sebagai pasutri baru. Duda dapat janda katanya. Sama-sama punya gawan anak satu, jadi anaknya dua. Tapi anaknya yang satu katanya dipondokkan [belajar di pesantren], tapi saya tidak tau mondok di mana,” kata dia saat ditemui di indekosnya.

Baca Juga: Pengamat: Jaringan Teroris Masih Aktif, Pemenjaraan Lahirkan Teroris Baru

Saat datang, Agus diketahui bekerja sebagai tukang parkir. Dia menuturkan Agus sempat ingin berjualan kue pukis namun modalnya tidak cukup.

Dia kemudian sering bolak-balik keluar kota. Namun aktivitasnya di luar rumah tidak diketahui oleh tetangga, karena Agus dan keluarganya dikenal tertutup.

“Orang tertutup, tidak pernah srawung [berkumpul]. Kalau istrinya masih mau ngeluruhi [menyapa] kalau suaminya kalau tidak diluruhi dulu, ya diam,” ucapnya.

Baca Juga: Indekos di Sukoharjo, Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Dikenal Tertutup

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengakui tidak mudah untuk membaca pemikiran para pelaku terorisme.

“Kesulitan bahwa ideologi terorisme itu adalah dari alam pikiran. Apakah kita bisa serta merta membaca alam pikiran, isi kepala semua warga bangsa Indonesia,” katanya saat keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Solopos Stories

Menurut dia, ideologi terorisme yang berasal dan berada dari alam pikiran pelaku teror tidak mudah untuk dibaca.

Baca Juga: Tangis Istri Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Bandung saat Lihat Foto Jasad Suami

Begitupun untuk mengetahui warga negara Indonesia yang mungkin memiliki pemikiran radikal terorisme.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Suntana menyebutkan ada 11 korban akibat bom bunuh diri tersebut.

Dari 11 orang itu, satu di antaranya adalah anggota polisi yang tewas akibat bom sementara 10 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Pengamat Sebut Motif Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolsek Astanaanyar Dendam Pribadi

Agus Sujatno juga tewas dengan kondisi tubuh hancur akibat bom bunuh diri yang diledakkannya.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode