Bolehkah Penderita Penyakit Jantung Berpuasa? Ini Penjelasannya
Solopos.com|lifestyle

Bolehkah Penderita Penyakit Jantung Berpuasa? Ini Penjelasannya

Bolehkah penderita penyakit jantung berpuasa?

Solopos.com, SOLO--Rutin mengonsumsi obat-obatan, bolehkah penderita penyakit jantung yang harus mengonsumsi obat secara rutin puasa selama Ramadan? Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini.

Bagi  penderita penyakit jantung yang ingin berpuasa sebaiknya mengikuti aturan dan cara minum obat agar ibadah puasa tetap lancar dan kondisi kesehatan Anda tetap terjaga.

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit kronis yang menimbulkan gangguan pada fungsi jantung. Salah satu bentuk penanganan terhadap penyakit ini adalah melalui pemberian obat-obatan.

Obat-obatan tersebut harus dikonsumsi secara rutin untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Lalu bagaimana aturan berpuasa bagi penderita penyakit jantung? Penderita penyakit jantung ringan yang mengonsumsi obat jantung tidak lebih dari 3 kali sehari masih diperbolehkan untuk menjalani ibadah puasa, sedangkan penderita penyakit jantung berat tidak dianjurkan berpuasa karena dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi penyakitnya.

Baca Juga: Minuman Buka Puasa Air Hangat Atau Air Dingin? Simak Penjelasannya

Selain itu, ibadah puasa juga sebaiknya tidak dilakukan oleh penderita penyakit jantung yang memiliki kondisi berikut:

- Kerap mengalami nyeri dada berulang dalam waktu dekat
- Sering mengalami kelelahan, sesak napas, atau perlu minum obat diuretik lebih dari 3 kali sehari
- Baru mengalami serangan jantung
- Sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau obat untuk aritmia
- Penderita penyakit jantung yang baru saja menjalani operasi jantung atau tindakan medis tertentu juga tidak disarankan berpuasa karena harus minum obat sesuai jadwal yang telah ditentukan dokter.

Agar tetap aman, penderita gangguan jantung yang ingin menjalani ibadah puasa disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter. Selain untuk memastikan kondisi kesehatan cukup fit untuk berpuasa, konsultasi ke dokter juga diperlukan untuk menyesuaikan jadwal dan dosis obat jantung selama puasa.

Meski obat bisa diminum saat sahur dan berbuka, Anda tidak dianjurkan untuk mengubah jadwal dan dosis obat sendiri tanpa anjuran dokter karena dapat berakibat buruk bagi kondisi kesehatan Anda.

Baca Juga: Ketahui Sit Up Yang Benar Saat Puasa Agar Tubuh Tak Lemas

Selain minum obat jantung secara teratur dan sesuai jadwal yang direkomendasikan dokter, berikut ini adalah beberapa panduan sehat berpuasa bagi penderita penyakit jantung sebagaimana melansir laman alodokter, Senin (19/4/2021):

1. Jaga asupan nutrisi saat berpuasa dengan tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang, misalnya sayur dan buah-buahan.
2. Konsumsi makanan dalam porsi kecil, dan kurangi makanan yang mengandung banyak lemak dan banyak garam, misalnya gorengan atau makanan cepat saji.
3. Minum air putih setidaknya 8 gelas sehari, yaitu 2 gelas saat sahur, 4 gelas setelah berbuka, dan 2 gelas menjelang tidur. Namun, dokter mungkin akan menyarankan pembatasan jumlah cairan yang dikonsumsi jika Anda menderita gagal jantung.
4. Lakukan olahraga ringan, jika kondisi tubuh cukup fit dan sehat.
5. Luangkan waktu untuk beristirahat dan tidur yang cukup setiap harinya.
Pada dasarnya, berpuasa itu masih boleh dilakukan bila Anda menderita penyakit jantung ringan dan telah dinyatakan sehat oleh dokter. Namun, pastikan Anda selalu mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi obat jantung selama menjalani ibadah puasa.

Hal yang juga perlu Anda ingat, tetap kontrol secara rutin ke dokter spesialis jantung. Dengan begitu, kondisi kesehatan Anda bisa terus terpantau selama menjalani ibadah puasa.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago