[x] close
top ear
Bocah Sragen Terluka Karena Benang Layangan, Ini Kata Relawan
  • SOLOPOS.COM
    Bocah Sragen Terluka Karena Benang Layangan, Ini Kata Relawan

Bocah Sragen Terluka Karena Benang Layangan, Ini Kata Relawan

Seorang bocah di Sragen terluka karena sayatan benang layangan.
Diterbitkan Jumat, 10/07/2020 - 16:30 WIB
oleh Solopos.com/Muh Khodiq Duhri
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN - Elvira Orizadiyanta, bocah berusia lima tahun asal Kampung Wonowoso, RT 01/RW 08, Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen, Kamis (9/7/2020) sore, terluka karena sayatan benang layangan.

Relawan Sragen Peduli, Prabu Kresno, mengingatkan warga untuk tetap mengawasi buah hati mereka saat bermain layangan. Pasalnya, benang layangan selama ini sudah kerap memakan korban. Bahkan, seorang pengguna jalan di Mojosongo, Solo, meninggal dunia setelah lehernya tersayat benang layangan pada awal Juni 2020lalu.

Kabar Duka: Pencipta Lagu Anak Papa T Bob Meninggal Dunia

“Kami berharap kasus serupa tidak lagi terulang. Benang layangan sangat berbahaya. Jadi, tetap awasi anak-anak saat bermain biar tidak membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Elvira terluka karena sayatan benang layangan saat bersepeda. Pergelangan kaki kirinya robek beberapa centimeter. Saat ditemui Solopos.com di rumahnya yang berlokasi di Gang Mangga, Jumat (10/7/2020), Elvira tengah berbaring di dipan di samping rumahnya. Ia ditemani kakak, adik, beberapa teman main di kampung serta ibunya, Tri Wahyuni, 30.

Kronologi

Kisah tragis yang dialami Elvira bermula ketika ia bermain sepeda pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Elvira memang baru bisa naik sepeda sehingga belakangan ia gemar mengayuh sepedanya di jalan kampung yang berlokasi di sebelah selatan rel kereta api (KA) Solo-Madiun.

Kebetulan lokasi itu juga menjadi tempat bermain layang-layang oleh anak-anak di kampung tersebut, termasuk kakaknya sendiri. Saat layang-layang yang mereka mainkan terjatuh, tiba-tiba Elvira muncul dengan mengayuh sepedanya. Nahas, benang layang-layang itu mengenai pergelangan kaki kiri Elvira hingga mengakibatkan luka sayatan.

“Saat itu saya tengah bersiap membuka warung sate ayam di dekat simpang tiga Gambiran. Begitu dapat kabar itu, saya langsung pulang. Saya syok melihat anak saya terus menangis,” ujar Tri Wahyuni.

Politikus PPP Edy Djasmanto Juga Ingin Dampingi Gibran di Pilkada Solo

Pada awalnya, warga tidak menyadari dengan apa yang terjadi pada Elvira. Tiba-tiba bocah itu menangis sambil menahan rasa sakit di pergelangan kaki kiri. Warga awalnya mengira Elvira terjatuh dari sepedanya.

Warga baru sadar begitu melihat adanya darah yang keluar dari pergelangan kaki kirinya akibat sayatan benang layangan. Warga sempat mengoleskan cairan antiseptik Betadine.

“Setelah dikasih Betadine, ternyata luka di kakinya bertambah lebar. Lukanya seperti merekah sehingga bagian dagingnya kelihatan. Kedalaman lukanya mungkin sekitar 2-3 cm. Kami lalu membawa anak saya ke klinik di [Yonif Raider] 408 [Sragen]. Di sana luka anak saya dijahit empat kali,” papar Tri Wahyuni.


Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini