Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Bobol 16 Kartu ATM, 2 Maling Dibekuk Polisi Klaten

Aparat Polres Klaten menangkap dua maling spesialis pembobol ATM yang telah mencuri di 16 lokasi wilayah Klaten hingga DIY.
SHARE
Bobol 16 Kartu ATM, 2 Maling Dibekuk Polisi Klaten
SOLOPOS.COM - Ilustrasi polisi memasang garis polisi di bilik automated teller mechine (ATM) yang dibobol penjahat. (Antara-Irsan Mulyadi)

Solopos.com, KLATEN -- Satreskrim Polres Klaten membekuk dua maling spesialis pembobol kartu ATM milik di Klaten dan sekitarnya, Rabu (7/4/2021) pagi. Satu orang ditangkap di Kota Tangerang, Banten, dan satu orang lainnya ditangkap di Majegan, Tulung, Klaten.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, dua tersangka spesialis pembobol kartu ATM tersebut, yakni Udin, 64, warga Kelurahan Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, dan Denli Agus Saputra, 37, warga Majegan, Tulung, Klaten.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Keduanya merupakan residivis kasus pencurian yang baru keluar dari penjara pada April 2020. Sepanjang Agustus 2020-Maret 2021, keduanya telah membobol 16 kartu ATM milik di Klaten dan sekitarnya.

Baca Juga: Fakta Baru! Pesilat Remaja Ceper Klaten Push-Up 50 Kali, Ditendang, Dan Dipukul Sebelum Meninggal

Dalam menjalankan aksinya, kedua maling ATM di Klaten saling berbagi tugas. Seorang pelaku mengganjal selot kartu pada mesin ATM menggunakan tusuk gigi. Saat pemilik kartu ATM kesulitan memasukkan kartu ATM, satu pelaku berpura-pura membantu.

Tanpa diketahui pemilik kartu ATM, pelaku yang pura-pura membantu itu menukar kartu ATM lain untuk diberikan ke pemilik kartu ATM. Selanjutnya, pelaku tersebut meminta pemilik kartu ATM melanjutkan transaksi.

Saat itulah, pelaku melihat PIN kartu ATM. Begitu pemilik kartu ATM meninggalkan mesin ATM, pelaku menguras uang di rekening korban menggunakan kartu ATM milik korban.

Baca Juga: Kunjungi Klaten, Menkop UKM Dorong Pengembangan Sentra Produksi Gula Cair

Notifikasi Transfer Dana

Aksi terakhir kedua maling itu dilakukan di ATM Bank Mandiri di SPBU Kebonarum, Klaten, Kamis (11/3/2021) pukul 09.20 WIB. Korbannya ER, warga Kebonarum.

Saat itu, ER hendak mengambil uang namun kartu ATM-nya "tertelan" di mesin ATM. Ia kemudian pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan, ternyata ER memperoleh notifikasi dari M-banking telah melakukan penarikan uang senilai Rp2,5 juta sebanyak empat kali.

Selain itu juga muncul notifikasi transfer senilai Rp10 juta. Lantaran telah mengalami kerugian senilai Rp20 juta, ER melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Baca Juga: Truk Sasak Rumah Bayan di Kepoh Klaten, Tukang Ojek Mangkal Lolos dari Maut

Jauh sebelum beraksi di Kebonarum, Klaten, kedua maling spesialis ATM itu sudah beraksi di berbagai tempat lain. Perinciannya, di Bantul (Rp70 juta), Solo (Rp4 juta), dekat Alun-alun Klaten (Rp2,5 juta), Penggung (Rp700.000).

Kemudian Karangwuni (Rp1,25 juta), Jonggrangan (Rp2,5 juta), Gergunung (Rp1,25 juta), Jatinom (Rp1,5 juta), Cawas (Rp2 juta), Pedan (Rp5 juta). RSI Klaten (Rp4 juta), Tegalyoso (Rp700.000), dan Pandansimping (Rp6,5 juta).

Hasil penelusuran Satreskrim Polres Klaten mengarah kepada kedua pelaku, yakni Udin dan Agus. Udin ditangkap di Jl Nusa Indah 3 No 26, Kelurahan Nusa Jaya, Karawaci Baru, Kota Tangerang, Rabu (7/4/2021) pukul 04.30 WIB.

Baca Juga: Ikut Duta Santan Sasa, Ibu-Ibu Gatak Delanggu Klaten Tambah Ilmu Sekaligus Terhibur

7 Tahun Penjara

Sedangkan maling pembobol ATM lainnya, Agus, ditangkap di Patran RT 003/RW 003, Majegan, Tulung, Klaten, Rabu (7/4/2021) pukul 06.30 WIB. Barang bukti yang disita dari tangan mereka ada ponsel, sepeda motor, rekaman kamera closed circuit television (CCTV), buku rekening, dan lainnya.

"Jadi, dua pelaku ini telah beraksi kurang lebih 16 kali sebelum ditangkap. Keduanya dijerat Pasal 363 ayat (1) KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas Hasibuan, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Jumat (9/4/2021).

Baca Juga: Dapat Rp260 Juta dari Ganti Rugi Tol, Warga Klaten Mundur dari Penerima Bantuan PKH

Salah seorang tersangka, Agus, mengaku terpaksa melakukan perbuatan melawan hukum karena butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Termasuk membayar utang.

"Dalam beraksi, biasanya kami berbagi tugas. Ada yang mengganjal selot kartu ATM di mesin ATM terlebih dahulu. Ada yang mengawasi dan pura-pura ikut antre di belakang calon korban," katanya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode