top ear
Blangko Kosong, 9.000 Pemohon SIM di Satlantas Sukoharjo Harus Menunggu
  • SOLOPOS.COM
    Anggota TNI mengikuti ujian SIM di halaman Kantor Satuan Pelayanan Administrasi SIM (Satpas) Polres Karanganyar, beberapa waktu lalu. (Ponco Suseno)

Blangko Kosong, 9.000 Pemohon SIM di Satlantas Sukoharjo Harus Menunggu

Sebanyak 9.000 pemohon surat izin mengemudi (SIM) di Kabupaten Sukoharjo harus bersabar menunggu kartu SIM mereka dicetak. Hal ini menyusul kekosongan blangko cetak SIM sejak Juni lalu.
Diterbitkan Rabu, 4/09/2019 - 21:15 WIB
oleh Solopos.com/
2 mnt baca -

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebanyak 9.000 pemohon surat izin mengemudi (SIM) di Kabupaten Sukoharjo harus bersabar menunggu kartu SIM mereka dicetak. Hal ini menyusul kekosongan blangko cetak SIM sejak Juni lalu.

Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Zamroni mengatakan hingga kini masih menunggu distribusi blangko cetak SIM dari kepolisian pusat. Untuk sementara pemohon mendapatkan surat keterangan sebagai pengganti SIM sementara.

“Pemohon SIM meningkat sejak Mei lalu sampai sekarang. Apalagi sekarang sedang dilaksanakan Operasi Patuh Candi 2019,” kata Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Zamroni, Rabu (4/9/2019).

Kondisi ini membuat Satlantas Polres Sukoharjo kehabisan stok blangko SIM. Sebagai pengganti, Satlantas Polres Sukoharjo mengeluarkan surat keterangan kepada warga atau pemohon. Surat keterangan ini berfungsi sama dengan SIM.

“Setidaknya ada 9.000 pemohon yang masih antre SIM untuk dicetak,” katanya.

Jumlah pemohon yang antre cetak SIM diperkirakan semakin bertambah mengingat hingga sekarang Satlantas Polres Sukoharjo belum mendapatkan kiriman blangko cetak SIM.

Kekosongan blangko SIM tak hanya terjadi di wilayah Sukoharjo, namun beberapa daerah lainnya. Dia mengatakan SIM baru segera dicetak begitu Satlantas Polres Sukoharjo mendapat kiriman blangko dari pusat.

“Kemungkinan blangko SIM baru akan kami terima pada September ini," ujarnya.

Dalam proses pencetakan Satlantas Polres Sukoharjo juga menunggu kejelasan dari pusat mengenai kuota blangko cetak yang akan diterima Satlantas. AKP Zamroni mengatakan pemohon SIM mayoritas adalah pengajuan perpanjangan.

Pengajuan dilakukan setelah masa berlaku SIM habis. Untuk pengajuan pemohon baru SIM dari yang baru berusia 17 tahun lebih sedikit dibanding yang mengajukan perpanjangan.

Disinggung ihwal Smart SIM atau SIM Pintar yang akan diluncurkan Korlantas Polri pada 22 September nanti, Kasatlantas masih menunggu instruksi dari pusat.

Diketahui SIM Pintar ini selain menjadi bukti keterampilan berkendara juga bisa menjadi alat pembayaran atau uang elektronik. Selain itu SIM juga bisa merekam seluruh pelanggaran lalu lintas pengendara.


Editor : Avatar ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :


berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini