top ear
Ilustrasi peserta mengikuti computer assisted test (CAT) CPNS. (Solopos-M. Ferri Setiawan)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi peserta mengikuti computer assisted test (CAT) CPNS. (Solopos-M. Ferri Setiawan)

BKPPD Klaten: Peserta Tes CPNS Dilarang Mengenakan Perhiasan Saat Ujian

BKPPD Klaten mengumumkan ketentuan terkait tes CPNS.
Diterbitkan Kamis, 23/01/2020 - 20:00 WIB
oleh Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso
2 menit baca

Solopos.com, KLATEN – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten mengumumkan jadwal dan lokasi ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS 2019. Para pelamar CPNS Klaten secara bergiliran mengikuti ujian pada Kamis-Selasa (6-11/2/2020) di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Karanganyar.

Kabid Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai BKPPD Klaten, Rijana, mengatakan jadwal ujian diumumkan pada Kamis (23/1/2020). Jadwal itu diputuskan setelah digelar rapat dengan empat kabupaten lainnya di Soloraya yang menggelar ujian SKD di LPPKS Karanganyar.

Pemain Incaran Tak Kunjung Datang, Tim Pelatih Persis Solo Pusing

Ujian setiap harinya dibagi dalam lima sesi yakni untuk hari Senin-Kamis serta Minggu. Sementara, hari Jumat ujian dibagi dalam empat sesi. “Setiap sesi terdiri 450 peserta dan berlangsung selama 1,5 jam,” kata Rijana saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Kamis.

Jumlah peserta ujian SKD CPNS Klaten 2019 ada sekitar 9.469 orang. Sementara, jumlah formasi yang dibuka yakni 736 formasi. Ada 100 pendaftar masuk kategori P1/TL. Mereka merupakan peserta tes pada pada seleksi CPNS 2018 lalu dan masuk rangking tiga besar peraih nilai tertinggi.

Mereka memiliki peluang menggunakan nilai terbaik hasil SKD 2018 dan SKD 2019. “Dari jumlah 100 orang itu hanya 16 orang yang memilih tidak mengikuti tes SKD 2019. Artinya, mereka mengandalkan nilai hasil SKD pada 2018,” kata Rijana.

Soal pelaksanaan seleksi, Rijana mengimbau para peserta percaya diri dengan kemampuan masing-masing. Dia mewanti-wanti peserta ujian tak tergiur iming-iming bisa lolos seleksi dengan membayar sejumlah uang.

“Sistem seleksi dengan CAT dan hasilnya bisa langsung diketahui setelah tes. Yang menjadikan lolos atau tidak itu tergantung dari hasil kerja keras masing-masing peserta,” urai dia.

Pecinta Otomotif di Surabaya Siap-Siap, GIIAS Digelar Maret

Dia juga meminta para peserta tak perlu mengenakan perhiasan atau aksesoris lainnya. Pasalnya, ada pemeriksaan secara berjenjang kepada setiap peserta sebelum mereka memasuki ruang ujian. Seluruh perhiasan diminta dilepas dan dititipkan pada petugas.

“Seperti perhiasan, anting-anting, gelang, dan lainnya itu diminta dilepas dan dititipkan ke petugas saat mengikuti tes. Sementara, untuk alat tulis juga tidak perlu membawa karena sudah disediakan panitia. Peserta hanya membawa kartu ujian dan KTP asli saat mengikuti tes,” urai dia.

Sekretaris BKPPD Klaten, Slamet, mengatakan ketentuan tak mengenakan perhiasan selama mengikuti tes sesuai aturan dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). “Ketentuan dari Panselnas tidak boleh membawa itu. Di sana memang ada tempat penitipan namun kami mengimbau lebih baik tidak mengenakan logam dan aksesoris lainnya sejak awal menuju lokasi ujian,” jelas dia.

Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini