Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Bisnis Kuliner Secara Online di Rumah Super Sempit, Kenapa Tidak?

Kisah sukses usaha kuliner secara online ini dialami Eko Suyanto, warga Dukuh Nglawu RT 002/RW 002, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
SHARE
Bisnis Kuliner Secara Online di Rumah Super Sempit, Kenapa Tidak?
SOLOPOS.COM - Ayam Goreng Nglawu-Hi Dek Nava di Telukan, Grogol, Sukoharjo

Banner Ekspedisi Ekonomi Digital 2021

Solopos.com, SUKOHARJO—Kisah sukses usaha kuliner secara online ini dialami Eko Suyanto, warga Dukuh Nglawu RT 002/RW 002, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Rumah super sempit, yakni hanya 30 meter persegi dengan lebar tiga meter, panjang 10 meter disulap menjadi warung makan secara online yang selalu kebanjiran order setiap harinya.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Eko Suyanto semula merupakan salah satu karyawan bioskop di Kota Bengawan yang bernasib kurang baik di tengah pandemi Covid-19. Gara-gara persebaran Covid-19 yang sempat menggila beberapa waktu lalu, Eko Suyanto harus menjalani pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahannya.

Baca Juga: Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, UT Pionir Pembelajaran Jarak Jauh

Eko Suyanto dipaksa meninggalkan pekerjannya yang sudah digeluti selama 14 tahun terakhir. Tentunya, PHK di tengah pandemi Covid-19 sangat memukul ekonomi Eko Suyanto.

Di tengah kebingungan itu, Eko Suyanto memulai usaha kuliner secara online. Rumahnya yang dianggap paling kecil ukurannya di Desa Telukan, Kecamatan Grogol disulap menjadi warung makan. Nama warung makan milik Eko Suyanto, yakni Ayam Goreng Nglawu-Hi Dek Nava.

Secara kebetulan, Eko Suyanto beserta istrinya, Maya Kartikasari, 30, mengaku memiliki pengalaman sedikit tentang meracik makanan siap santap. Eko Suyanto dan istrinya merupakan penggemar kuliner. Saat berpacaran, keduanya sering mencicipi aneka masakan di berbagai warung makan di Sukoharjo dan sekitarnya. Hobi tersebut ternyata memberikan ide bagi Eko Suyanto untuk melirik usaha kuliner.

Baca Juga: Ayam Goreng Mbok Berek, Pionir Warung Makan di Semarang

Selain hobi wisata kuliner, Eko Suyanto juga memiliki pengetahuan tentang cara membuka bisnis kuliner secara online. Di waktu sebelumnya, Eko Suyanto pernah berjualan Takoyaki secara kecil-kecilan. Eko Suyanto pun langsung mendaftarkan warungnya sebagai mitra merchant layanan pengantaran makanan.

Eko Suyanto melayani pembeli hanya by order. Eko Suyanto pun melengkapi berbagai fasilitas warungnya dengan peralatan rumah tangga yang modern. Di antaranya membeli produk cooling dari Artugo yang memiliki layanan purna jual berbasis digital. Dengan cara seperti itu, Eko Suyanto selalu ready dalam menyiapkan bahan baku guna melayani pelanggan.

Layanan Garansi Secara Digital

Di dalam Artugo terdapat service Trifecta, yakni Digital Warranty (sistem pendaftaran garansi produk melalui mekanisme digital), Service Tracking (konsumen dapat  memantau kemajuan proses perbaikan produk Artugo miliknya secara transparan dan real time), dan 7 Days Solution (saat produk mengalami masalah dan memerlukan perbaikan lebih lanjut, maksimal dalam tujuh hari sejak konsumen menyampaikan keluhan, Artugo akan memberikan solusi mulai dari meminjamkan produk pengganti atau loan unit, hingga mengganti produk bermasalah dengan produk yang baru).

Layanan purna jual dari Artugo, salah satunya adalah Digital Warranty, yakni layanan garansi secara online.

Online food ini saya buka kurang lebih satu tahun terakhir. Awalnya itu, online food ini saya buka selama 24 jam dalam sehari. Tapi belakangan, pelayanan hanya hingga pukul 24.00 WIB setiap harinya. Usaha online [di era digital] ini ternyata sangat menguntungkan. Soalnya, saya tak perlu menyediakan warung yang luas. Cukup di rumah, orderan sudah datang sendiri [tempat memasak berada di ruangan paling depan],” kata Eko Suyanto, saat ditemui Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 di Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Senin (29/11/2021) sore.

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 digagas Solopos Media Group dengan memperoleh dukungan penuh dari sejumlah korporat yang tengah getol mengembangkan layanan digital, yakni BNI, Mitsubishi Motors, Universitas Terbuka Surakarta, Candi Elektronik, Artugo, Galeri 24, Prodia, XL Axiata, dan Gojek.

Semua Serba Online

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 berlangsung selama enam hari, Sabtu-Kamis (4-9/12/2021). Tim ekspedisi dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, mewakili Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, Sabtu (4/12/2021). Tim ekspedisi mengunjungi lima kota yakni Solo, Salatiga, Semarang, Cirebon, dan Jakarta.

Meski warungnya bernama ayam goreng, Eko Suyanto tak melulu melayani makanan yang berbahan utama ayam, seperti nasi ayam goreng dan nasi ayam geprek. Lebih dari itu, Eko Suyanto juga menjual sosis, kepala ayam, hati ayam, rica ayam, mi goreng telur, mi goreng geprek, dan aneka minuman. Seluruh makanan dan minuman itu dijual dengan harga relatif terjangkau.

Baca Juga: Berikut Catatan Menarik 4 Hari Perjalanan Ekspedisi Ekonomi Digital 2021

“Yang bisa dijual, kami jual. Jadi, menu di sini lebih lengkap dibandingkan warung lainnya. Saya akui, kalau enggak dilakukan secara online, saya sendiri kesusahan berjualan. Apalagi, rumah saya kan sangat sempit. Berbekal serba online ini, sangat membantu saya [terlebih di tengah pandemi Covid-19],” katanya.

Disinggung tentang jumlah orderan, Eko Suyanto mengatakan jumlahnya 27-30 orderan di hari biasa (Senin-Kamis). Saat memasuki akhir pekan, jumlah orderan bisa meningkat hingga lebih dari tiga kali lipat.

Pelayanan Harus Prima

“Di awal usaha itu yang ramai rica-ricanya. Sekarang ini, yang ramai ayam goreng dan gepreknya. Saat Jumat, Sabtu, dan Minggu itu orderannya bisa mencapai 100 orderan [per hari]. Biasanya, yang order itu warga di sekitar sini. Berjarak lima kilometer dari rumah. Hasil dari penjualan secara online ini bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.

Hal senada dijelaskan Maya Kartikasari, istri Eko Suyanto. Bagi Maya Kartikasari, penjualan kuliner secara online harus tetap memperhatikan rasa. Di samping itu, pelayanan juga harus prima.

“Saya itu sebenarnya enggak pernah memasak di rumah. Saya juga jarang makan di rumah [sering jajan makanan di luar rumah]. Tapi saya sering berdebat sendiri dengan suami soal rasa. Jadi, taster-nya itu saya dengan suami sendiri. Misalnya kurang apa-kurang apa itu hingga direwangi udrek-udrekan [untuk mencapai rasa yang dinilai paling enak],” kata Maya Kartikasari.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode