Bisakah Menentukan Jenis Kelamin Bayi
Solopos.com|lifestyle

Bisakah Menentukan Jenis Kelamin Bayi

Tak sedikit pasutri yang telah dikaruniai anak ingin menentukan jenis kelamin bayi untuk kelahiran berikutnya.

Solopos.com, JAKARTA–Tak sedikit pasangan menginginkan kelahiran anak berjenis kelamin tertentu. Sebenarnya bisa enggak sih menentukan jenis kelamin bayi?

Simak ulasannuya di tips kesehatan kali ini. Memiliki buah hati merupakan dambaan sebagian besar pasangan suami istri (pasutri). Namun tak jarang pasutri menginginkan bayi dengan jenis kelamin tertentu. Misalnya pasutri yang telah dikaruniai anak perempuan, tak jarang berharap anak keduanya berjenis kelamin laki-laki atau sebaliknya. Nah, bisakah kita dari awal menentukan jenis kelamin bayi?

Namun sekarang pertanyaannya, apakah bisa jenis kelamin laki-laki dan perempuan direkayasa saat program kehamilan atau promil dilakukan? Apakah benar berhubungan intim pada hari ke-10 saat masa subuhr, berpotensi melahirkan jenis kelamin tertentu, perempuan misalnya.

Baca Juga: Ilmuwan Kaji Calon Obat Potensial Covid-19, Apa Saja?

Mengutip laman Liputan6.com, Sabtu (3/4/2021), dokter spesialis kandungan dari RSPI IVF Center, Aida Riyanti, menjelaskan bahwa sperma memainkan peranan untuk menentukan jenis kelamin buah hati yang dikandung. Itu karena sudah diketahui bahwa sperma memiliki kromoson X dan Y, sementara sel telur hanya membawa kromoson X.

Jadi, jika sel telur dibuahi oleh sperma pembawa kromosom X maka hasilnya wanita akan mengandung bayi perempuan dan sebaliknya. dr. Aida menjelaskan pada tahun 1960an, Dr. Landrum Shettles mengembangkan metode Shettles mengenai sperma X dan Y untuk membantu menentukan jenis kelamin bayi.

Dari hasil penelitian itu diketahui memang ada faktor yang mempengaruhi wanita hamil bayi perempuan atau laki-laki. Dengan menggunakan metode Shettles, pasangan dianjurkan untuk berhubungan seksual berdasarkan ovulasi atau masa subur.

Baca Juga: Ladies, Ini Tanda Pria Mencintai Dengan Tulus

Jadi misalnya, jika ingin memiliki anak perempuan, disarankan untuk berhubungan seksual dua sampai tiga hari sebelum ovulasi. Sementara jika mengidamkan anak laki-laki, disarankan berhubungan seksual sedekat mungkin dengan masa ovulasi.

Hasil penelitian itu bukan tanpa alasan, dalam penelitian Landrum Shettles diketahui bahwa sperma pembawa kromosom X bentuknya jauh lebih lambat dari pergerakkannya. Sementara sperma pembawa kromosom Y bentuknya lebih ringan, sehingga bisa berlari lebih cepat.

Selain itu, untuk meningkatkan akurasi jenis kelamin bayi yang dikandung laki-laki atau perempuan, bisa juga dilakukan dengan pemeriksaan Preimplantation Genetic Testing (PGT) atau pemeriksaan sperm microscope untuk menyeleksi sperma mana yang menunjukkan pembawa kromosom X atau Y.

 




Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago