Bikin Bangga, Flyover Purwosari Solo Dibangun Pakai Teknologi Karya Anak Bangsa
Solopos.com|soloraya

Bikin Bangga, Flyover Purwosari Solo Dibangun Pakai Teknologi Karya Anak Bangsa

Teknologi mortar busa bersifat ramah lingkungan karena menggunakan sedikit material konstruksi dari bahan alam.

Solopos.com, SOLO — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, meresmikan Flyover Purwosari di Jl. Slamet Riyadi Solo pada  Sabtu (13/2/2021) siang. Dengan demikian, jalur itu dapat dilalui kendaraan umum.

Kepada wartawan, Basuki menyebut Flyover Purwosari Solo menggunakan teknologi karya anak bangsa berupa mortar busa. Teknologi mortar busa merupakan optimalisasi penggunaan busa (foam) dengan mortar (pasir, semen dan air) berkekuatan tinggi sehingga ideal menjadi dasar atau perkerasan jalan pada tanah lunak.

Karya tersebut dikembangkan oleh Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian PUPR.

Baca juga: Flyover Purwosari Resmi Dibuka Jadi Kenangan Terindah untuk Wali Kota Solo

“Flyover sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengurangi kemacetan di sekitar perlintasan sebidang Purwosari, juga untuk mengurangi kecelakaan di area itu. Flyover Purwosari menggunakan teknologi mortar busa karya anak bangsa,” kata dia, Sabtu.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian, mengatakan teknologi mortar busa bersifat ramah lingkungan karena menggunakan sedikit material konstruksi dari bahan alam.

Teknologi serupa telah diterapkan dalam beberapa konstruksi seperti di Simpang Gaplek di Antapani, Bandung dan di Jembatan Layang Klonengan, Brebes.

Baca juga: GKR Rumbai dan Gusti Moeng Akhirnya Bisa Keluar dari Kompleks Keraton Solo

“Lintas atas Purwosari memiliki total panjang 700 meter dengan konstruksi jembatan layang 198 meter dan dibangun selama 14 bulan dengan anggaran Rp114,2 miliar. Semula proyek ditargetkan selesai pada Desember 2020 namun kemudian karena adanya Pandemi Covid-19 dan relaksasi, target mundur menjadi April 2021, namun bisa kami selesaikan lebih cepat pada Februari ini,” jelas Hedy, dalam laporannya.

Meminimalkan Kecelakaan

Lebih lanjut, Hedy mengatakan pembangunan flyover bertujuan meminimalkan kecelakaan pada perlintasan sebidang antara jalan kereta api dengan jalan raya.

Selain itu juga untuk mengurangi kemacetan yang biasanya terjadi di area Stasiun Purwosari karena letaknya yang berada di batas masuk Kota Solo.

Baca juga: Sudah "Bebas", GKR Rumbai & Gusti Moeng Tak Tahu Siapa yang Membukakan Pintu Keraton Solo

Pada kedua ujung atau opret flyover diperindah dengan ilustrasi tarian gambyong, yang merupakan tarian tradisional selamat datang dari Provinsi Jawa Tengah.

“Kami juga menyematkan beautifikasi berupa motif batik kawung, ceplok, dan parang yang ditempel di sepanjang dinding flyover ini sekaligus sebagai sarana edukasi kepada masyarakat tentang motif yang ada di di Solo,” ucapnya.

Flyover Purwosari resmi dibuka untuk kendaraan umum pada Sabtu pukul 12.00 WIB. Berbeda dengan Flyover Manahan, jalur lintas atas itu boleh dilalui kendaraan nonmotor. Namun, kendaraan berat dilarang melintas.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago