top ear
Ibu-ibu di Pendem, Desa Jarum, Klaten meracik jamu di desa setempat, Senin (9/3/2020). (Ponco Suseno/Solopos)
  • SOLOPOS.COM
    Ibu-ibu di Pendem, Desa Jarum, Klaten meracik jamu di desa setempat, Senin (9/3/2020). (Ponco Suseno/Solopos)

Biasanya Minum Degan, Mahasiswa Qatar Mendadak Takut ke Klaten

Salah seorang anggota KWT Berkah di Pendem, Jarum, Yatmi Ratmatilah, mengatakan sudah terbiasa bertemu dengan turis asing.
Diterbitkan Selasa, 10/03/2020 - 12:45 WIB
oleh Solopos.com/Ponco Suseno
3 menit baca

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 30 mahasiswa asal Qatar dipastikan batal berkunjung ke Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten Senin-Selasa (9-10/3/2020).

Pembatalan secara sepihak itu sebagai dampak merebaknya virus corona (covid-19) di berbagai penjuru dunia.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di Desa Jarum Klaten yang dikenal sebagai sentra batik telah memiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) sejak tujuh tahun terakhir.

Dalam perkembangannya, KWT Berkah di Dukuh Pendem, Desa Jarum menjalin kerja sama dengan Titian Foundation yang berkantor di Bayat.

Tarif Ojol Naik! Ini Nominalnya

Titian Foundation bergerak di bidang sosial, seperti membantu orang tak mampu yang ingin bersekolah.

Melalui Titian Foundation itu, KWT Berkah di Dukuh Pendem juga menjalin kerja sama dengan salah satu universitas di Qatar.

Desa Jarum Klaten

Setiap tahunnya, mahasiswa yang kuliah di Qatar berkunjung ke Jarum Klaten. Kali terakhir, kunjungan puluhan mahasiswa asal Qatar berlangsung Desember 2019.

Tak Mau Terus Impor, Bupati Ponorogo Akan Bikin Penangkaran Merak

"Saat ini, sedianya sekitar 30 mahasiswa dari Qatar berkunjung ke sini [selama dua hari]. Berhubung ada virus corona, mereka takut datang ke sini. Akhirnya dibatalkan," kata Pendamping KWT Berkah sekaligus Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Jarum, Irwan, saat ditemui wartawan di desa setempat, Senin (9/3/2020).

"Kalau ke sini, biasanya mereka membantu bibit tanaman buah-buahan, sayur-mayur, membuat pupuk organik, memberikan tempat sampah, dan lainnya. Lantaran tak datang ke sini, anggota KWT Berkah Pendem diminta tetap beraktivitas, seperti membuat minuman dari empon-empon [meracik jamu], menanam biibit buah-buahan. Hasil kegiatan itu, kami foto dan divideo sebelum dikirimkan ke Qatar," katanya lagi.

Tinggal Sendiri & Jomblo, Pria Purwantoro Wonogiri Ditemukan Tewas Gantung Diri

Ibu-ibu di Pendem, Desa Jarum, Klaten meracik jamu di desa setempat, Senin (9/3/2020). (Ponco Suseno/Solopos)
Ibu-ibu di Pendem, Desa Jarum, Klaten meracik jamu di desa setempat, Senin (9/3/2020). (Ponco Suseno/Solopos)

Salah seorang anggota KWT Berkah di Pendem, Desa Jarum, Klaten, Yatmi Ratmatilah, mengatakan sudah terbiasa bertemu dengan turis asing. Hampir setiap tahun, sejumlah mahasiswa dari Qatar berkunjung ke desanya.

Keren! Pemain Persis Solo Ini Pilih Gowes ke Tempat Latihan

"Universitasnya memang dari Qatar. Tapi orangnya tak hanya Qatar, ada juga dari Eropa, Amerika, Jepang, dan lainnya. Desember 2019, kami kedatangan tamu dari orang luar negeri itu [mahasiswa asal universitas Qatar]," ungkapnya.

Positif Corona, Menkes Inggris Karantina Diri Sendiri

"Saat di sini, mereka bikin pupuk organik sendiri. Lalu jalan-jalan di desa menanam bibit buah-buahan. Mereka sangat suka minum degan dan buah-buahan. Biasanya, kami sering memanfaatkan waktu itu dengan berswafoto. Tapi, saat ini mereka tak datang ke desa kami karena virus corona," katanya.

Sentra Penghasil Jamu Klaten

Pelaksana Harian (PLh) Sekretaris Desa (Sekdes) Jarum, Suyanto, mengatakan Jarum dikenal sebagai sentra batik, wayang kulit, gamelan, dan kelompok tanam yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga.

Revisi, Ini Jadwal Baru Libur dan Cuti Bersama 2020

"Adanya virus corona jelas berdampak ke dunia pariwisata. Mestinya, hari Senin-Selasa ini [hari ini dan kemarin], kami kedatangan tamu dari mahasiswa asal universitas di Qatar. Mereka sudah mengurus paspor, hotel, dan kepentingan akomodasi lainnya. Gara-gara corona, kunjungan itu batal," katanya.

Kepala Desa (Kades) Jarum, Iswanta, mengatakan wisatawan asing yang berkunjung ke desanya biasanya langsung berkoordinasi dengan masyarakat setempat. Sejumlah warga di desanya memiliki jaringan hingga ke dunia Internasional.

Berita Wisata Klaten Terbaru

“Memang di desa kami sering dikunjungi wisatawan asing. Selain dari Qatar itu, ada pula dari Malaysia, Prancis, Jepang, dan lainnya. Dengan kehadiran mereka, diharapkan perekomian warga terangkat. Soalnya, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat laris juga,” katanya.

Update Terbaru Virus Corona, Klik di Sini!

Editor : Profile Jafar Sodiq Assegaf
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait